sup-konro

Masakan kaya rempah-rempah khas Bugis dan Makassar

Sup konro adalah salah satu masakan yang berasal dari Bugis dan Makassar. Bahan dasar dari sup ini adalah bahan iga sapi atau dengan daging sapi. Masakan khas bugis dan Makassar ini kuahnya berwarna coklat kehitaman dan biasanya sup konro ini disantap dengan ketupat kecil yang sudah dipotong dadu. Warna gelap dari kuah sup konro ini berasal dari pewarna alami yaitu buah kluwek, yang memang berwarna hitam.

Makanan tradisional asal Sulawesi Selatan ini mulai dikenal sejak tahun 1960-an yang dipopulerkan oleh Pak Hanafing, seorang guru di Makassar. Ia memulai usaha Sup Konro sekitar tahun 1962 di bawah sebuah tenda biru di dekat Lapangan Karebosi, Kota Makassar.

Seiring dengan berjalannya waktu, kini Sop Konro tidak hanya disajikan dalam bentuk kuah saja, tapi juga tidak berkuah. Sop Konro yang tidak berkuah terdiri dari dua macam, yaitu Sop Konro Bakar dan Sop Konro Rica-rica. Meskipun cara menyajikan berbeda, namun semuanya tetap menggunakan bumbu dan rempah-rempah yang sama. Komponen bumbu dan rempah-rempah tersebut di antaranya adalah kacang merah, bawang putih, cengkeh, cabai, kayu manis, biji pala, kunyit, ketumbar, merica, dan kluwek. Setiap komponen memiliki cita rasa, warna, dan aroma yang berbeda sehingga perpaduannya melahirkan cita rasa baru yang mampu menggugah selera. Tak heran bila masakan khas Bugis-Makassar ini mendapat predikat Juara Nasional dalam ajang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pangan Award 2011, dengan kategori Cita Rasa Terbaik.

0 shares
                            284 Views