flyer-xamthone-with-grapes2

KULIT MANGGIS versus BERBAGAI MACAM PENYAKIT

Semakin banyak penderita penyakit berat yang dapat disembuhkan setelah mengonsumsi Jus Kulit Manggis sebagai perantara pengobatan, maka tak ayal, semakin banyak orang yang ingin tahu rahasia di balik dahsyatnya kulit manggis ini. Kenyataan ini, ditambah dengan keniscayaan media massa yang kian gencar melansir khasiat dan manfaat kulit manggis, membuat popularitas buah ini kian melejit.

Popularitas Buah Manggis karena khasiat kulitnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit ini, telah mengundang minat banyak ahli untuk melakukan penelitian. Di mancanegara, keampuhan kulit manggis versus penyakit sudah banyak diteliti. Dan, sudah banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa dahsyatnya khasiat kulit manggis terletak pada kemampuannya sebagai sumber antioksidan. Keberadaan antioksidan yang kuat dalam tubuh seseorang secara tidak langsung sangat membantu mencegah kerusakan sel. Dengan demikian, mekanisme dari berbagai proses metabolism di dalam tubuh dapat berjalan secara sempurna. Atas dasar itu, disimpulkan bahwa kulit manggis memang memiliki khasiat yang begitu dahsyat untuk mengobati penyakit.

Dari begitu banyak penelitian tentang kulit manggis versus penyakit yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa kulit manggis dapat membantu mengobati beberapa penyakit, antara lain;

Kulit Manggis versus Penyakit Pengentalan Darah

Kulit manggis dikenal kaya akan antioksidan. Efek antioksidan dari ekstrak air kulit manggis, menurut penelitian T. Ngawhirunpat dari Faculty of Pharmacy, Silpakorn University, Nakhon Pathom, Thailand, ternyata paling kuat dibandingkan dengan ekstrak methanol maupun heksannya. Ini berarti, khasiat antioksidan kulit manggis dapat diperoleh dengan metode pengeringan, penghalusan, dan penyeduhan dengan air. Cara lainnya adalah dengan memanfaatkan air rebusan kulit manggis.

Antioksidan merupakan molekul yang dapat mengikat radikal bebas dengan aman sehingga dapat mencegah kerusakan sel di dalam tubuh. Antioksidan membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, flu misalnya. Antioksidan juga berperan sebagai agen antiinflamasi yang berpengaruh dalam mengurangi gejala arthritis. Beberapa obat antiinflamasi dapat mengencerkan pengentalan darah.

Di dalam darah terdapat platelet, yaitu elemen berbentuk cakram tak beraturan yang membantu proses pembekuan darah. Dalam beberapa penelitian di laboratorium, kulit manggis juga dapat meningkatkan risiko pendarahan. Antioksidan dalam kulit manggis diyakini juga dapat mengurangi pembekuan atau pengentalan darah. Dengan begitu, kulit manggis dapat mencegah platelet saling menempel. Jika platelet menempel, darah akan mudah mengental. Oleh karena itu, konsumsi kulit manggis dianjurkan tidak bersamaan dengan obat pengencer darah karena dapat melipatgandakan efeknya, terutama bagi pasien yang sedang dioperasi atau mengalami pendarahan.
Kulit Manggis versus Penyakit Jantung dan Kolesterol

Orang dengan kadar kolesterol tinggi memiliki risiko penyakit jantung dua kali lebih besar dibandingkan orang dengan kadar kolesterol normal. Itu disebabkan oleh penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri yang disebut aterosklerosis,–yang dapat menghambat atau menyumbat aliran darah ke jantung.

Celakanya, hiperkolesterolemia dapat terjadi pada semua usia dan jenis kelamin. Karenanya, Dr. T. Bahry Anwar Djohan SpJP(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dalam tulisannya tentang “Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK)” menyebutkan, penurunan kadar kolesterol 1 % akan menurunkan risiko PJK sebesar 2 %.

Oksidasi Low Density Lipoprotein (LDL) berperan penting dalam penumpukan kolesterol di dinding arteri. Namun, para peneliti membuktikan bahwa senyawa antioksidan dapat menghambat oksidasi LDL dan pembentukan plak pada dinding arteri. Penelitian yang dilakukan Peta Williams dan para peneliti dari University of Western Australia membuktikan bahwa mangostin sebagai salah satu senyawa golongan xanthone yang terkandung dalam kulit manggis memiliki efek antioksidan.

Dalam penelitiannya, mangostin yang diekstrak dari kulit manggis kering dimurnikan melalui proses rekristalisasi pada konsentrasi 100µM ternyata dapat menghambat oksidasi LDL oleh ion tembaga Cu2²+ sebesar 20 %. Pada penelitian ini, mangostin berperan sebagai pemakan radikal bebas yang melindungi. Efek antioksidan yang terkandung dalam kulit manggis menghambat oksidasi LDL dan menghalangi terbentuknya plak pada dinding arteri sehingga risiko terjadinya penyakit jantung koroner dapat terhindar.

Karenanya, tak heran bila XAMthone Plus yang terbuat dari ekstraksi Kulit Manggis ini terbukti ampuh dalam mencegah dan mengobati Penyakit Jantung Koroner.
Kulit Manggis versus Penyakit Diabetes Melitus (DM)

Tahun 2004, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia merilis data Diabetes Care yang memperkirakan bahwa prevalensi DM di Indonesia akan mencapai 21,3 juta orang pada tahun 2030. Catatan lain dikeluarkan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang menyatakan pada 2007 DM merupakan penyebab kematian ke-2 paling banyak di perkotaan setelah Penyakit Jantung Koroner.

DM dapat terjadi karena faktor keturunan, yaitu ketidakmampuan pankreas membentuk insulin (hormon yang mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak dalam tubuh). Kondisi macam itu disebut diabetes tipe 1. Dengan demikian, penderita DM butuh suntikan insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya. Namun, DM yang lebih sering dijumpai adalah DM tipe 2 yang lebih disebabkan oleh gaya hidup tak sehat, misalnya kurang konsumsi buah dan sayur, kurang aktifitas fisik, dan konsumsi makanan yang tinggi kalori dan lemak. Dalam kasus seperti ini, tubuh dapat menghasilkan insulin, tetapi tidak cukup atau justru resisten terhadap insulin. Tipe diabetes ini diperkirakan terjadi pada 80 % hingga 90% penderita diabetes secara keseluruhan. Risiko tinggi terkena diabetes tipe 2 paling banyak terjadi pada penderita obesitas atau kelebihan berat badan.

Jus Kulit Manggis ternyata menjadi jawaban tepat bagi penderita diabetes karena dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Uji klinis oleh Jay K. Udani dan para peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) School of Medicine membuktikan bahwa jus kulit manggis berpotensi mencegah diabetes dan penyakit kardiovaskuler pada penderita obesitas. Penelitian yang dilakukan pada 40 penderita obesitas usia 30 – 75 tahun itu, konsumsi 252 gr jus kulit manggis dengan frekuensi dua kali sehari dapat mengurangi inflamasi. Inflamasi atau peradangan itu merupakan precursor kelainan metabolism yang memicu penyakit jantung, misalnya diabetes. Kulit Manggis versus Penyakit Diabetes Melitus, akan membuat ekstraksi kulit manggis yang terkandung dalam Jus Kulit Manggis berpotensi mencegah diabetes dan penyakit kardiovaskuler pada penderita obesitas. (TM / Berbagai Sumber)

LADIES MUST READ

0 shares
                            205 Views