Yuk Kita Silaturahmi Nak

Yuk Kita Silaturahmi Nak

Yuk Kita Silaturahmi NakWartawanita.com – Bagi anak-anak usia batita atau  yang belum duduk di bangku sekolah, lebaran mungkin saja akan mereka maknai dengan berbeda, tidak seperti yang dipahami oleh orang dewasa. Mungkin di benak anak-anak lebaran identik dengan memakai pakaian baru atau pulang kampung atau makna lainnya yang sejenis.

Agar makna Lebaran tidak sebatas pada hal-hal yang sifatnya fisik atau yang masih di permukaan, maka sudah selayaknya orangtua perlu mengajarkan makna-makna yang lebih dalam, atau yang lebih bersifat ke nilai-nilai, tanpa mengurangi unsur-unsur kesenangan.

Nilai-nilai yang harus diajarkan ke anak-anak tercinta tentunya juga harus mempertimbangkan perkembangan cara berpikir anak sehingga orangtua dapat memulainya dari hal-hal yang paling mudah ditangkap, atau dari hal-hal yang paling nyata yang dapat dilihat oleh anak (konkret).

Misalnya saja saling maaf-memaafkan.  Pada saat orangtua menjelaskan tentang hal ini, anak akan dapat langsung melihat seperti apa semaraknya semangat orang-orang di sekelilingnya untuk maaf-memaafkan. Penanaman nilai yang disertai dengan bukti akan jauh lebih cepat menancap di pikiran anak. Akan lebih bagus lagi jika orangtua dapat berkolaborasi (perjelas dan perluas) mengenai pentingnya berjiwa besar untuk bisa memaafkan orang lain atau meminta maaf.

Dengan saudara-saudara di kampung saat lebaran, tentunya sangat mungkin terjadi gesekan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Pada saat gesekan muncul, ini juga momen yang bagus untuk mengajarkan maaf-memaafkan. Sedangkan nilai lain yang juga tidak kalah penting adalah silaturahmi. Orangtua juga dapat menambahkan penjelasan keagamaan mengenai rahasia di balik silaturahmi yang mudah ditangkap oleh anak. Kode unik: KLIK di sini

Katakanlah misalnya orang yang membiasakan silaturahmi akan dipanjangkan umurnya atau akan dibukakan pintu rejeki yang lebih banyak atau juga akan diberikan berbagai kebaikan dalam hidup. Di luar itu bagi anak momen lebaran juga sangat penting untuk dijadikan dasar membangun keeratan hubungan emosional antara sesama  keluarga besar.

Bagi ”kaum urban”, ini merupakan persoalan yang sangat penting mendapatkan perhatian khusus. Jangan sampai anak tidak mengetahui dan memiliki kedekatan emosi dengan keluarga lain karena kita tidak pernah memfasilitasinya.

Bagi yang tidak bisa membawa anak-anak pulang kampung, momen lebaran dapat dijadikan latihan untuk menanamkan kemandirian. Jika selama ini ada pembantu di rumah yang mengerjakan pekerjaan rumah, kini saatnya mengajarkan pada anak membagi pekerjaan tersebut dengan seluruh anggota keluarga, agar dia juga belajar mandiri.

Info mengenai kode unik KLIK aja di sini

LADIES MUST READ

Tags:
1 shares
                            166 Views