Wanita Perlu Ketahui 7 Hal Tentang Kanker Serviks

7 Fakta Tentang Kanker Serviks yang Wanita Perlu Ketahui

7 Fakta Tentang Kanker Serviks yang Wanita Perlu Ketahui

Wartawanita.com –  Beberapa hari yang lalu kabar mengejutkan datang artis serba bisa Indonesia Julia Perez yang akhirnya harus menghembuskan napasnya setelah berjuang lebih kurang 3 tahun melawan kanker serviks yang menggerogoti tubuhnya. Kanker serviks sendiri merupakan jenis kanker yang menyerang leher rahim yang disebabkan oleh Human Papillomavirus atau HPV.

Beberapa faktor penyebab wanita terserang kanker serviks ini yaitu melalui hubungan seksual, faktor genetik dan bisa juga karena gaya hidup yang tidak sehat. Para ahli percaya bahwa 90 persen kanker serviks pada wanita dapat dicegah. Seorang Ginekolog dari Colorado Center Medicine New York mengatakan bahwa kanker serviks dapat diobati selama jika dapat terdeteksi sejak dini dan mungkin saja dapat melakukan pencegahan.

Ini dia 7 fakta yang sebaiknya wanita ketahui tentang kanker serviks agar dapat melindungi diri dari keganasannya, yaitu :

Vaksin HPV Tidak Hanya untuk Wanita Muda

Pada wanita Indonesia, rata-rata untuk mendapatkan vaksin HPV dianjurkan pada usia sedini mungkin sekitar umur 9 tahun. Namun berdasarkan usia yang direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin HPV berbeda-beda di setiap negara. FDA telah menyetujui bahwasanya anak-anak perempuan yang berusia 9-26 tahun seyogyanya mendapatkan tiga kali vaksin HPV. Tetapi jika wanita yang sedang dalam kondisi tidak dalam hubungan monogami dan berumur lebih tua, pertimbangkan terlebih dulu untuk mendapatkan vaksin HPV tersebut.

Periode Haid yang Tidak Konsisten Dapat Menjadi Penanda

Setiap wanita mempunyai periode menstruasi yang tidak sama. Memang ada beberapa wanita yang memang mengalami ketidakteraturan dalam jadwal haidnya. Biasanya hal ini disebabkan karena misal gaya hidup yang kurang sehat, tingkat stress yang tinggi atau bisa juga hal ini merupakan pemicu awal terjadinya gejala kanker serviks. Pada kanker serviks stadium awal memang tidak memberikan gejala yang nyata tetapi seringkali hal ini salah diartikan dan diasumsikan sebagai sebagai tanda stress saat menstruasi. Kanker serviks ini memerlukan kemoterapi yang dapat mempengaruhi kesuburan jika wanita terlambat mengobatinya.

Jangan Berganti Pasangan Karena Kanker Serviks Juga Dapat Berpindah

Salah satu pencegahan kanker serviks adalah dengan tidak melakukan hubungan seks pada pasangan yang berbeda-beda. Biasanya HPV pada pria dapat ditularkan kepada pasangan wanitanya. Sebuah studi menemukan data bahwa 50 persen pria di Amerika Serikat dengan usia dibawah 50 tahun terinveksi HPV, tetapi sayangnya tidak ada tes HPV untuk pria. Satu-satunya yang dapat diketahui bahwa mereka terjangkit virus HPV ini adalah gejala atau tanda di organ genital yang tidak selalu muncul. Sel-sel kanker serviks ini juga bisa menyebar melalui liver, aliran darah, tulang dan paru-paru.

Kanker serviks Tidak Sama dengan Sel Serviks yang Abnormal

Tes pap smear merupakan prosedur dalam mengumpulkan sel-sel serviks yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat sel-sel abnormal. Jika ada maka diperlukan pengujian lebih lanjut untuk menentukan apakah sel-sel tersebut adalah sel pra kanker atau tidak. Serviks pada wanita memiliki sel-sel abnormal yang tidak bersifat kanker, sel-sel ini sering disebabkan oleh infeksi HPV yang dapat bersifat jinak atau bisa berpotensi serius.  Jika tes HPV seorang wanita positif, sedangkan pap smear tidak mendeteksi sel abnormal, dokter akan melakukan uji ulang dalam satu tahun apakah infeksi telah sembuh. Maka pada wanita penting untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV dengan melakukan tes agar dapat dilakukan tindakan pencegahan sejak dini.

Faktor Keturunan Bisa Menjadi Salah Satu Terjadinya Kanker Serviks

Ada kemungkinan besar pada wanita akan terkena kanker serviks jika mempunyai ibu atau saudara perempuan memiliki HPV. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal ini disebabkan oleh kecenderungan anggota keluarga untuk berbagi satu atau lebih faktor risiko non genetik misalnya seperti gunting kuku yang bisa menyebabkan penularan secara tidak langsung.

Usia 50 Tahun Masih Berisiko Terkena Kanker Serviks

Dari sekian banyak kasus mengenai kanker serviks, mayoritas yang didiagnosa menderita kanker serviks ini wanita berusia dibawah 50 tahun. Terdapat 20 persen ditemukan pada wanita diatas 60 tahun, meskipun kanker serviks ini jarang terjadi pada wanita yang dilakukan tes secara teratur di sepanjang hidup mereka.

Perilaku Non Seksual Juga Dapat Memicu Terkena Kanker Serviks

Pada wanita yang memang memiliki HPV dan bergaul dengan seorang perokok maka hal ini dapat mengakibatkan dua kali lipat terkena resiko kanker serviks. Para ahli memiliki hipotesa bahwa asap melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga kurang mampu dalam melawan virus ini.

Mulai sekarang mulailah untuk hidup sehat dan jangan lupa untuk melakukan pengecekan sedini mungkin agar terhindar dari kanker serviks.

Kode unik: KLIK di sini

Info mengenai kode unik KLIK aja di sini

Tags:
1 shares
                            216 Views