Wanita, Hati-Hatilah Saat Nyetir Mobil

Wanita, Hati-Hatilah Saat Nyetir Mobil

Wanita, Hati-Hatilah Saat Nyetir MobilWartawanita.com – Lain dulu lain sekarang. Sepuluh tahun yang lalu mungkin belum banyak wanita yang mengendarai mobil atau motor di jalan raya. Tapi, seiring kemajuan jaman dan kebutuhan, julah pengendara wanita terus bertambah. Pengendara wanita di Indonesia memang mempunyai karakter tersendiri karena berhubungan dengan latar belakang budaya.

Mungkin dari dulu wanita selalu diposisikan lebih rendah dari pria sehingga membuat kaum hawa ini menjadi kurang percaya diri. Selain itu karena wanita selalu menerima pendidikan untuk menjadi ibu rumah tangga ketimbang menjadi wanita karir. Hal-hal seperti inilah yang membuat wanita merasa ragu jika harus mengendarai kendaraan sendiri.

Kurangnya rasa percaya diri atau keragu-raguan ini sangat mempengaruhi kemampuan wanita dalam mengambil keputusan. Itulah yang menyebabkan wanita menjadi cenderung lebih lambat dan penuh pertimbangan saat mengambil tindakan di jalan. Sebaliknya pria lebih cepat mengambil keputusan pada situasi dan kondisi darurat.

Pemicu Terjadinya Kecelakaan

Saat berada di jalan memang akan banyak sekali pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Salah satu hal yang sebenarnya cukup penting tetap kurang mendapat perhatian adalah masalah posisi tubuh. Posisi tubuh akan sangat mempengaruhi kontrol terhadap kendaraan.

Posisi mengemudi dapat dikatakan sempurna jika tubuh dapat mengoperasikan  seluruh panel penting di sekitarnya tanpa harus mengubah posisi tubuh di kursi. Dari beberapa pengamatan ditemukan bahwa di belakang stir wanita cenderung sering duduk dengan posisi bangku tegak dan tubuh terlalu dekat dengan stir. Hal ini terjadi karena adanya  rasa kurang percaya diri saat menyetir dan merasa perlu melihat ujung kap mesin sebagai panduannya.

Wanita memilih posisi tersebut agar mendapatkan visibilitas maksimal, tapi sesungguhnya justru posisi ini sangat tidak disarankan karena jika sewaktu-waktu airbag mengemang maka pengemudi akan terluka. Sesungguhnya posisi ini juga membuat tangan menjadi tidak nyaman karena terlalu menekuk sedangkan idealnya tangan hanya boleh sedikit tertekuk tetapi juga tidak lurus. Pilihan pada mobil jenis SUV membuat wanita merasa lebih leluasa untuk melihat ke depan karena kendaraan tipe ini memang posisi duduknya lebih tinggi dibanding jenis sedan.

Biasanya seorang wanita saat mengemudi akan ditemani oleh buah hatinya. Tangisan atau rengekan anak sangat mempengaruhi terpecahnya konsentrasi wanita mengemudi. Wanita biasanya akan lebih terganggu konsentrasinya karena memang memilki perasaan yang lebih peka, apalagi saat mendengar buah hatinya menangis. Inilah yang sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan.

Faktor lain yang sering menjadi pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas pada wanita adalah :

Tidak Paham Dengan Kondisi Kendaraan

Pengendara wanita seringkali tidak memahami dengan kondisi mobilnya yang kurang maksimal. Misalkan tekanan angin ban mobil yang kurang atau lampu sein yang tidak menyala. Jangan pernah sekali-kali menganggap enteng hal-hal seperti ini karena dapat membahayakan dan memicu terjadinya kecelakaan lalu-lintas.

Dibarengi Dengan Berdandan

Inilah aktivitas yang sering sekali dilakukan oleh wanita di dalam mobil. Kebiasaan ini biasanya dikarenakan keterbatasan waktu. Tidak sempat dandan di rumah maka di mobil dijadikan salon dadakan, ini sangat membahayakan. Jika memang tidak sempat bermake up di rumah lakukanlah saat jalan sedang macet atau menepilah sesaat di pinggir jalan. Kode unik: W#lifestyle93

Melakukan Kegiatan Sambilan

Aktivitas lain yang sering dilakukan saat berkendara adalah sarapan, membaca email atau mengirim atau membaca SMS, dan lainnya.

Kegiatan-kegiatan diatas memang sangat berpotensi untuk menganggu konsentrasi saat mengemudi. Sebisa mungkin sebaiknya jangan melakukan aktivitas lain sambil mengemudi.

Info mengenai kode unik KLIK aja di sini

Tags:
0 shares
                            403 Views