Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.com

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia

Wartawanita.com – Rasa bangga pasti akan menghinggapi dada saat menyaksikan bagaimana orang asing begitu terkagum-kagum saat menyaksikan indahnya kain-kain khas nusantara Indonesia dalam sebuah pameran. Semua kain khas nusantara ternyata mempunyai cerita uniknya sendiri-sendiri dan sangat disayangkan sebagai anak bangsa ternyata masih banyak yang belum mengetahui dan memahami kisah dibalik kain-kain indah tersebut.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comBatik

Sudah banyak berita yang tersiar bahwa kain tradisional Indonesia yang satu ini selalu menjadi perdebatan dengan negara tetangga. Jika diperhatikan secara kebahasaan, akar kata batik adalah dari bahasa Jawa yang diambil dari kata “amba” yang dalam bahasa Jawa artinya menulis dan “titik” yang artinya titik. Batik awalnya dibuat di atas kain mori lalu digambar dengan menggunakan lilin dengan canting. Motif atau corak batik tidak hanya sekedar indah, namun juga mengandung berbagai lambang dan makna untuk masing-masing motifnya. Beberapa motif batik bahkan hanya boleh digunakan oleh keluarga keraton. Batik di Indonesia tidak hanya batik Jogja saja, batik Solo, batik Pekalongan, batik Cirebon, batik Banyumas, batik Bali, dan lainnya.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comUlos

Ulos merupakan salah satu kain tradisional Indonesia yang dikembangkan oleh masyarakat Batak. Ulos dibuat dengan cara ditenun dan pada awalnya masyarakat batak membuatnya untuk memperingati berbagai peristiwa penting, misalkan pernikahan, kelahiran, dan dukacita. Ulos juga terkadang akan diberikan kepada ibu yang sedang mengandung untuk melindungi sang ibu dari segala marabahaya dan mempermudah lahirnya sang bayi. Nenek moyang orang batak sangat meyakini bahwa salah satu hal yang memberi kehidupan bagi tubuh manusia adalah kehangatan. Oleh sebab itu memakai ulos diibaratkan dapat memberikan kehangatan tersebut. Warna dominan pada ulos adalah merah, hitam, dan putih yang dihiasi oleh ragam tenunan dari benang emas atau perak. Sangat disayangkan bahwa ada beberapa jenis ulos yang sudah punah, seperti Ulos Raja, Ulos Ragi Botik, Ulos Gobar, Ulos Saput dan Ulos Sibolang.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comTenun Ikat

Beberapa daerah di Indonesia yang terkenal dengan kain tenun ikatnya adalah Toraja, Sintang, Jepara, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor. Tenun ikat ini merupakan kain tradisional Indonesia berupa kain yang cara membuatnya dengan cara ditenun dari helaian benang pakan yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke zat pewarna alami. Sebelum ditenun, helai-helai benang diikat dengan plastik atau tali sesuai dengan corak yang akan dibuat sehingga pada saat dicelup bagian benang yang dikat plastik atau tali tidak akan terwarnai. Alat tenun yang digunakan adalah alat tenun tanpa mesin.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comKain Gringsing

Sungguh menakjubkan kain gringsing ini karena kain ini merupakan satu-satunya kain tradisional Indonesia yang dibuat dengan menggunakan teknik dobel ikat. Selain itu seluruh proses pengerjaannya dilakukan dengan tangan dan proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar 2 – 5 tahun ! Kain gringsing berasal dari Tenganan, Bali dan gringsing berasal dari kata “gring” yang artinya “sakit” dan “sing” yang artinya “tidak”. Makna dari kain ini adalah seperti penolak bala dan untuk menyembuhkan penyakit. Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, adanya kain gringsing ini berawal dari Dewa Indra yang kagum akan keindahan langit di malam hari. Dewa Indra lalu mengajarkan para wanita Tenganan untuk menguasai teknik menenun kain gringsing yang melukiskan dan mengabadikan keindahan bintang, bulan, matahari, dan hamparan langit lainnya.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comSongket

Songket merupakan kain tradisional khas Melayu dan Minangkabau yang termasuk dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan menggunakan tangan dan benang emas atau perak. Kata songket sendiri berasal dari istilah ‘sungkit’ dalam bahasa melayu yang artinya mengait. Jadi nama kain ini sesuai dengan metode pembuatannya, yaitu dengan cara mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun, dan kemudian menyelipkan benang emas. Songket memiliki berbagai motif tradisional yang merupakan ciri khas budaya setempat, seperti motif songket Saik Kalamai, Buah Palo, Barantai Putiah, Barantai Merah dan masih banyak lagi motif yang belum dipatenkan.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comSasirangan

Sasirangan merupakan kain tradisional suku Banjar, Kalimantan Selatan. Kata ‘sasirangan‘ berasal dari kata ‘sirang‘ yang artinya diikat atau atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya (dijelujur). Kain mori atau katun digambari motif khas lalu dijelujur/disirang berdasarkan motif yang sudah dibuat. Ciri khas kain sasirangan terletak pada coraknya yang sangat menunjukkan corak khas Kalimantan. Saat ini, ada sekitar 30 motif sasirangan, antara lain bayam raja, naga balimbur, kulat ka rikit, daun taruju. Sentra pembuatan kain sasirangan ada di Kampung Sasirangan, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comTapis

Kain tapis merupakan kain khas masyarakat Lampung yang pada awalnya bertujuan untuk untuk menyelaraskan kehidupan dengan alam semesta dan juga Sang Pencipta. Kain tapis disulam dengan menggunakan peralatan tradisional . Pada awalnya kain tapis disulam oleh gadis-gadis Lampung di halaman rumah mereka dan pengerjaannya bisa memakan waktu berbulan-bulan dan hasilnya menjadi cerminan kepribadian mereka. Kain tapis berwarna gelap dari hasil pewarna alami disulam dengan benang emas. Biasanya kain tapis memiliki motif zigzag, piramida, flora, dan fauna.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comKain Besurek

Kain ini berasal dari Bengkulu. Besurek artinya ‘bersurat‘ atau ‘bertuliskan‘. Penamaan ini dikarenakan motif batik besurek yang sangat khas berupa motif huruf arab gundul (kaligrafi) yang dikaligrafikan. Motif ini terpengaruh unsur kebudayaan Islam, inilah yang membedakan besurek dengan batik jawa. Walaupun demikian, proses pembuatan kain besurek tidak berbeda dengan pembuatan batik Jawa dan kain ini pasti memiliki warna yang lebih cerah dan beragam.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comTenun Dayak

Dahulu kala setelah selesai berladang, biasanya para wanita Dayak akan mengisi waktu luangnya dengan menenun. Tenun Dayak dibuat dengan menggunakan alat yang disebut gedok. Proses pengerjaan tenun Dayak ini memakan waktu yang cukup lama hingga bulanan. Bahan pewarna pada tenun ini masih menggunakan bahan pewarna alami. Kain tenun dayak memiliki motif flora dan fauna dari alam sekitar mereka dan sangat khas Kalimantan. Beberapa tenun dayak antara lain kebat yang memiliki motif asimetris atau motif alam, sidan yang memiliki warna terang dan cerah, sungket yang memiliki motif garis besar dan tegas. Kain kebat, sidan, dan sungket ini biasa dipakai oleh suku Dayak Iban di Kalimantan Barat dan kai nusantara ini sangat digemari oleh wisatawan mancanegara.

Uniknya Kisah Dibalik 10 Kain Tradisional Indonesia - Wartawanita.comSutra Bugis

Kain Sutra Bugis ini ditenun asli dari benang yang dihasilkan dari ulat sutra atau kokon sebagaimana masyarakat setempat menyebutnya. Sarung sutra bugis pada awalnya hanya digunakan sebagai padanan baju bodo (pakaian tradisional Sulawesi Selatan). Memang kain sarung sutra bugis ini selalu memiliki motif kotak-kotak yang berbeda-beda. Beda ukuran kotak mengandung arti yang berbeda karena pada jaman dahulu motif kotak-kotak ini menjadi petunjuk apakah seorang Bugis sudah menikah atau belum. Kotak berukuran kecil dengan warna cerah dinamakan motif Ballo Renni dan dikenakan pada wanita yang belum menikah. Sedangkan kotak berukuran lebih besar dengan warna merah terang atau merah keeemasan dinamakan motif Balo Lobang dan dikenakan oleh pria bugis yang belum menikah. Selain dua motif tersebut, ada juga beberapa motif sarung sutra bugis lainnya.

Selain 10 ini, masih banyak lagi kain nusantara yang indah-indah yang mana pada masa kini sudah banyak dimodifikasi agar dapat digunakan untuk busana sehari-hari.

Tags:
0 shares
                            597 Views