pedas1

Sedapnya Berbuka dengan Bubur Pedas Khas Langkat

Wartawanita.com – Bayangkan semangkuk bubur hangat yang rasa dan aromanya pasti berbeda dengan bubur yang biasa dijumpai dihari-hari biasanya. Itulah bubur pedas yang menjadi makanan khas berbuka puasa di  Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pengelola Masjid Raya Stabat, Haji Ibnu Kasir di Stabat, mengatakan bahwa makanan khas ini biasanya diperjualbelikan di Jalan Lintas Sumatera, termasuk di depan Masjid Raya Stabat.

Tradisi bubur pedas ini memang merupakan peninggalan kerajaan Melayu yang berada di jalur Lintas Sumatera Utara menuju Aceh . Pada bulan Ramadhan masjid ini kerap menjadi tempat singgah bagi pemudik dan warga yang mau berbuka puasa. Menu ini memang sudah disiapkan oleh pihak masjid sejak awal puasa 1348 Hijriah.

Bubur pedas ini merupakan masakan yang hanya disediakan di hari-hari tertentu saja seperti di cara pernikahan, kenduri, sunatan, puasa, dan lebaran. Pembuatannya cukup sederhana tetapi memang terdiri dari hampir 40 macam jenis rempah rempahan dan daun yang mengandung banyak khasiat. Bubur pedas ini dipercaya oleh masyarakat Melayu Langkat mempunyai banyak khasiat seperti menyegarkan tubuh, membuat badan menjadi hangat, mengusir masuk angin dan sebagainya.

Dalam membuat bubur pedas ini dibutuhkan beberapa bahan seperti beras, kentang, ubi kayu, ubi rambat, labu kuning, air dan santan. Bahan rempah yang harus disediakan mulai dari merica, kayu manis, kapulaga, jintan, jahe, kunyit dan rempah lainnya. Serta bahan daun daunan, mulai dari daun kunyit, daun semangkuk, daun sikentut, daun jeruk, dauan kunyit, dan dedaunan lainnya. Bubur pedas ini nantinya akan berwarna kekuningan khas warna kunyit, meskipun bernama bubur pedas, rasa bubur ini tidaklah pedas namun gurih.

Ehm….sepertinya harus dicoba ya.

Kode unik: KLIK di sini

Tags:
0 shares
                            498 Views