Menyikapi Bullying Di Sekolah Anak Kita

Menyikapi Bullying Di Sekolah Anak Kita

Wartawanita.com –¬†Tindakan bullying kebanyakan terjadi pada anak di sekitar lingkungan sekolahnya. Biasanya para pelaku bullying adalah mereka anak-anak yang aktif, nakal dan usil semakin anak takut semakin menjadi juga anak-anak nakal membully anak anda. Sebagai seorang ibu juga harus mengajarkan anaknya untuk menhadapi situasi seperti ini karena jika tidak, anak Anda akan menjadi tertekan, ketakutan dan stres untuk beraktivitas secara normal. Ajarkan anak anda bagaimana cara menghadapinya terhadap teman-teman yang sering mengretaknya.

Berikut lima cara untuk menghadapi bullying terhadap anak anda yang terjadi di sekolah, seperti dikutip dari keluarga.com

Lebih baik menghindar

Ajarkan anak Anda, bahwa ketika ada temannya yang mulai usil dan mengganggunya, cobalah untuk menghindar dan tidak membalas tindakan buruk temannya tersebut. Katakan pada si kecil, menghindar akan lebih baik dari pada menghadapinya. Karena itu hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga saja. Lagi pula anak-anak yang suka bullying ketika dihadapi dan ditanggapi hanya akan semakin mengganggu anak Anda nantinya.

Bersikap tegas

Cara ini sangat baik untuk menghindari bullying. Ajarkan anak Anda untuk bersikap tegas dalam lingkungannya. Misalnya dengan selalu berdiri tegap, berbicara lantang dan tidak mudah menangis. Dengan bersikap tegas, anak Anda akan tampil lebih percaya diri. Dengan begitu, si tukang bullying menjadi ragu untuk menggangu anak Anda.

Berlatih menjawab dengan cerdas

Ajari anak Anda untuk bisa menjawab perkataan si penggertak dengan cerdas. Jika misalnya ada yang mengatakan kamu kutu buku atau jelek, jawablah dengan senyuman dan lantang, “tidak apa-apa yang penting saya pintar dan tidak nakal”. ¬†Jangan menjawab “terserah kamu” atau diam saja, karena itu hanya akan membuat si penggertak semakin mengganggunya. Jika si kecil menjawab dengan sikap yang biasa, ini juga dapat menunjukkan bahwa si kecil sama sekali tidak terganggu oleh sikap buruk teman-temannya.

Jangan menunjukkan rasa kesal atau marah

Saat si penggertak menggangu si kecil, mengejek, menghina dan lainnya, ajarkan si kecil untuk tenang dan tidak memasukkan kata-kata yang menyakitkan itu ke dalam hati. Sebaliknya, minta si kecil untuk tersenyum pada teman-teman yang mengganggunya, dengan begitu para penggertak malah akan menjadi heran dan merasa malu, karena anak Anda menunjukkan sikap yang lebih dewasa dari mereka, dan tetap menghargai mereka meskipun mereka mengganggu. Tanamkan pada si kecil, semakin dia kesal atau marah dengan sikap teman-temannya yang mengganggunya, maka dia akan semakin sering diganggu.

Belajar ilmu bela diri

Mengajarkan anak bela diri bukan berarti mengajarkan dia untuk berkelahi dan melawan temannya. Sebaliknya, dengan mengajarkan si kecil bela diri sangat baik untuk pertahanan diri. Tidak ada ruginya mengajarkan si kecil, baik anak laki-laki atau anak perempuan Anda seni bela diri dasar, seperti menangkis, atau menghindari pukulan. Pembelajaran ini dapat menjadi bekalnya untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi situasi buruk, seperti gangguan fisik yang berlebihan dari teman-temannya atau kejahatan di tempat umum.

Katakan pada si kecil, jangan pernah merasa takut untuk bercerita segala hal terjadi pada dirinya, buatlah anak anda selalu terbuka pada anda karena untuk mengetahui perkembangan si kecil. Jika anak Anda terlihat murung, gelisah dan susah tidur, segera cari tahu apa yang terjadi pada dirinya, bisa jadi anak Anda sedang mengalami masa sulitnya karena digretak oleh teman-temannya. Waspadailah bullying pada anak sejak dini, jika itu sudah berlebihan akan merugikan anak Anda.

Kode unik: W#psikologi94

Tags:
0 shares
                            278 Views