2016-02-08-07-Foto Asmanadia

Rembulan di Mata Asma Nadia

Rembulan di Mata Asma NadiaWartawanita.com – Asma Nadia adalah  salah satu penulis best seller yang paling produktif di Indonesia. Setelah Aisyah Putri novel pertamanya terbit di tahun 2000 dan dalam waktu 10 tahun ia telah menulis lebih dari 50 buku. Berbagai penghargaan nasional dan regional di bidang kepenulisan juga telah diraihnya antara lain, Pengarang Terbaik Nasional, penerima Adikarya Ikapi Award tahun 2000, 2001, dan 2005, peraih Penghargaan dari Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) tahun 2005,  Anugrah IBF Award sebagai novelis islami terbaik (2008), dan Peserta terbaik lokakarya perempuan penulis naskah drama yang diadakan FIB UI dan Dewan Kesenian Jakarta.

”Saya aktif menulis dan mempublikasinya semenjak lulus SMA 1 Budi Utomo, Jakarta, tahan 1991. Sasarannya adalah berbagai majalah keislaman. ” Demikian ujar Asma Nadia, perempuan kelahiran Jakarta 26 Maret 1972 ini, beberapa waktu lalu di toko Diskon AsmaNadia,Dmall Margonda, Depok.

Alhamdulillah dari menulis, demikian Asma Nadia lebih lanjut, saya diundang untuk mengisi workshop dan seminar keislaman di berbagai daerah di tanah air juga di babarapa negara seperti, Jepang, Inggris, Swedia, Perancis, Mesir, Hong Kong, Rusia, dan Australia.

“Saya terpilih jadi tokoh perubahan Republika bersama Jusuf Kalla tahun 2010, tokoh perbukuan islam tahun 2011, dan The Most 500 influential muslim in the world 2012,” kata Asma Nadia, menambahkan.

Sekarang ini, Asma Nadia, perempuan yang mengenakan hijap sejak kelas IX SMPN 78 Jakarta di tahun 1985 ini, selain dikenal sebagai pendiri Forum Lingkar Pena, suatu perkumpulan yang ikut dibidaninya untuk membantu penulis-penulis muda, dan manajer AsmaNadia Publishing House serta membuka toko untuk berjualan buku dan ransel serta perlengkapan umroh dan traveling. Tahun lalu ia membuat tokoasmanadia.com  untuk memudahkan pembaca di berbagai pelosok tanah air yang tidak ada toko buku di sana, memperoleh buku-buku asma (belakangan juga ransel laptop dan busana). Setiap buku dari  toko asmanadia.com bertandatangan penulis.

Traveling Ke 48 Negara

Karena karya-karyanya, Asma Nadia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, ia sering diminta untuk memberi materi dalam berbagai loka karya yang berkaitan dengan penulisan serta keperempuanan, baik di dalam maupun di luar negeri. Dalam perjalanannya keliling Eropa usai mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus – September 2009), Nadia sempat diundang untuk memberikan workshop dan dialog kepenulisan antara lain di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.

Kiprah penulis yang masa kecilnya dihabiskan di rumah kontrakan sederhana di pinggir rel kereta api di bilangan Gunung Sahari, Jakarta Pusat ini, juga merambah ke dunia Internasional. Ia pernah diundang menghadiri acara kepenulisan  di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Tahun 2006 ia menjadi satu dari dua sastrawan muda Indonesia yang diundang untuk tinggal oleh pemerintah Korea Selatan selama 6 bulan. Undangan yang sama diperolehnya dari Le Chateau de Lavigny (2009) untuk tinggal di  Switzerland.

Sebagai pembicara, Nadia pernah diundang untuk antara lain, pada forum Seoul Young Writers Festival dan The 2nd Asia Literature Forumdi Gwangju, serta memberikan workshop kepenulisan di berbagai pelosok tanah air, juga kepada pelajar Indonesia di Mesir, Switzerland, Inggris, Jerman, Roma dan Vatican, serta buruh migran di Hongkong dan Malaysia.

“Sejauh ini saya sudah traveling ke 48 negara serta ke 155 kota, diundang sebagai penulis, bahkan sebagian besar gratis untuk tinggal pada komunitas sastra di Seoul, Swiss, dan Barcelona, ” kata Asma Nadia, lebih lanjut.

Sekalipun tidak mempunyai gelar kesarjanaan, karena ketika kecil sakit-sakitan, kelainan jantung, paru-paru, gegar otak, dan tumor, jebolan semester 2 IPB ini, telah berbicara di hadapan lebih banyak  audience termasuk di berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, ITB, UNPAD, UGM, IPB, Unsyiah, dan Universitas Brawijaya.

Penerbitan Sendiri

Sejak awal tahun 2009 Asma Nadia merintis penerbitan sendiri. Yakni,Asma Nadia Publishing House. Salah satu cerpennya berjudul: Emak Ingin Naik Haji telah difilmkan dan mendapat anugrah Film Terpuji dalam Festival Film Bandung 2010. Uniknya, seluruh royalti dari bukuEmak Ingin Naik Haji diberikan untuk sosial kemanusiaan, khususnya membantu mewujudkan mimpi mereka yang salih dan salihat, yang rindu Tanah Suci tapi kurang mampu.

“Alhamdulillah telah memberangkatkan Ustadz dan Ustadzah yang kurang mampu ke tanah suci, dan semoga kebaikan lain terus bergulir dari buku ini, dengan lebih banyaknya dukungan pembaca. Insya allah,” ucap Asma Nadia, bersyukur.

Melalui maling list pembacaasmanadia, Asma  Nadia ikut memberdayakan pembacanya, yang sebagian besar perempuan, sesama istri dan ibu rumah tangga, serta generasi muda, untuk terlibat dalam gerakan Indonesia Menulis. Hasil dari gerakan itu adalah lahirnya puluhan antologi yang ditulisnya dengan pembaca dan diterbitkan berbagai penerbit. Sedangkan dari [email protected], dibantu Sitaresmi Sidharta, dan moderator milis lain, telah memberikan semangat kepada banyak perempuan untuk membaca, sehingga lahir Klub Buku AsmaNadia (KBA) di berbagai kota di tanah air, sebagai kegiatan alternatif yang cerdas, di mana setiap bulan anggota berkumpul dan berdiskusi tentang buku yang telah mereka baca.Saat ini bersama suami, Asma  Nadia mengelola komunitas bisa menulis difacebook untuk mengkader penulis muda.

Selanjutnya, melalui Yayasan Asma Nadia, Nadia merintis Rumah Baca AsmaNadia (RBA). Sebagian royalti dari buku-buku yang telah ditulisnya dimanfaatkan untuk mengembangkan Rumah Baca AsmaNadia, perpustakaan dan tempat mengasah kreativitas bagi anak dan remaja kurang mampu, yang tersebar di Jakarta, Penjaringan, Depok, Ciledug, Manggarai, Bekasi dan Pulau Lancang Besar – Kepulauan Seribu, selain di Bogor-Cigombong, 3 lokasi di Cianjur,  Gresik, Jogja, Kebumen, Purwakarta. Luar Jawa: Balikpapan, Pekanbaru, Riau, Samarinda dan Tenggarong.

“Untuk rumahbaca sekarang ada 63 perpustakaan dhuafa gratis, sebagian memiliki rumah belajar dan paud gratis bagi yang tidak mampu, juga kelas komputer. Dua di antaranya di Hong Kong untuk buruh migran. Di Papua juga ada,” kata Asma  Nadia, menambahkan informasi.

“Titip link www.rumahbacaasmanadia.com ya, barangkali ada yg ingin mensupport perpus dhuafa kami,” ujarnya kemudian mengakhiri wawancara.

Karya Buku

Asma Nadia hingga saat ini telah menulis setidaknya lebih dari 50 buku. Banyak di antaranya diterbitkan oleh Penerbit Mizan. Di antaranya;

  • Derai Sunyi, novel, mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA)
  • Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa, diterbitkan olehDewan Kesenian Jakarta
  • Cinta Tak Pernah Menar, kumpulan cerpen, meraih Pena Award
  • Rembulan di Mata Ibu (2001), novel, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
  • Dialog Dua Layar, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
  • 101 Dating meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
  • Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.
  • Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Ke Tanah Suci (AsmaNadia Publishing House)
  • Jilbab Traveler (AsmaNadia Publishing House)
  • Muhasabah Cinta Seorang Istri
  • Catatan hati bunda

Karya-karya yang ditulis bersama penulis lain:

  • Ketika Penulis Jatuh Cinta, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Kisah Kasih dari Negeri Pengantin, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Jilbab Pertamaku, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Jatuh Bangun Cintaku, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Gara-gara Jilbabku, Penerbit Lingkar Pena, 2006
  • Galz Please Don’t Cry, Penerbit Lingkar Pena, 2006
  • The Real Dezperate Housewives, Penerbit Lingkar Pena, 2006
  • Ketika Aa Menikah Lagi, Penerbit Lingkar Pena, 2007
  • Karenamu Aku Cemburu, Penerbit Lingkar Pena, 2007
  • Catatan Hati di Setiap Sujudku, Penerbit Lingkar Pena, 2007.
  • Badman: Bidin
  • Suparman Pulang Kampung
  • Pura-Pura Ninja
  • Catatan Hati di Setiap Sujudku (kumpulan tulisan dari mailing list).

Kode unik: W#persona40

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            237 Views