Mungkinkah Jamu Masuk Pembelajaran Sekolah ? - Wartawanita.com

Mungkinkah Jamu Masuk Pembelajaran Sekolah ?

Mungkinkah Jamu Masuk Pembelajaran Sekolah ? - Wartawanita.comWartawanita.com – Jamu yang selama ini identik dengan minuman yang rasanya pahit bukan merupakan minuman favorit kalangan muda. Tetapi pemerintah mempunyai gagasan untuk  mengenalkan jamu sebagai industri berbasis budaya Indonesia dimasukan ke dalam kurikulum sekolah

“Tak kenal maka tak sayang. Makanya pengenalan manfaat jamu di Indonesia bisa dimulai sejak Sekolah Dasar, sehingga jamu tidak dipandang sebelah mata hanya sebagai pengobatan saja,” ujar Wakil Ketua Kadin bidang Industri Berbasis Budaya, Putri Kusuma Wardani.

Menurut Putri pengenalan jamu bukan hanya bicara tentang cara meraciknya saja tetapi pengenalan tentang jamu bisa dimulai dari mengenal tumbuh-tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai jamu-jamuan, seperti kunyit, jahe dan temu lawak pada tingkat SD, SMP hingga SMA.

Putri menambahkan bahwa pada tingkat perguruan tinggi, dirinya sangat mengharapkan akan ada mata kuliah yang membahas lebih dalam soal manfaat jamu bagi penyembuhan manusia. “Jika ambil jurusan farmasi atau kedokteran, paling tidak ada dua SKS yang membahas soal khasiat jamu,” ungkap Putri.

BACA JUGA:  Tim Indonesia Gondol Medali Emas di Olimpiade Biologi Internasional

Bahkan Putri juga berharap nantinya produk jamu dapat masuk ke berbagai rumah sakit sebagai bagian dari proses pengobatan, seperti yang sudah dilakukan di Tiongkok dan India. Menurut Putri, pasien di rumah sakit yang beroperasi di Tiongkok akan ditawarkan dua pilihan dalam menjalani pengobatannya, secara modern atau tradisional. “Kita bercita-cita ingin seperti negara lain yang memiliki ramuan alam yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan,” tukasnya.

Saat ini baru ada satu rumah sakit di Jakarta sudah menggunakan jamu sebagai salah satu proses pengobatan, yaitu Rumah Sakit Kanker Dharmais. Rumah sakit kanker tersebut menggunakan suntikan yang mengandung kunyit putih dari Jepang sebagai pengobatan kanker, dengan harga Rp3 juta sekali suntik. “Jika tidak ingin disuntik, mereka juga menyediakan jamu kunyit putih yang bisa diminum,” pungkas Putri.

BACA JUGA:  Bisnis Laundry Kian Berseri.

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            46 Views