Ibu dan Anak

Menyikapi Perlakuan “Kau Akan Selalu Jadi Putri Kecilku…”

Ungkapkan visi dan misi dalam kehidupan pada orangtua

Wartawanita.com – Terlalu sayang, itu menjadi alasan kebanyakan orangtua masih menganggap anaknya yang sudah dewasa bahkan sudah punya anak pula masih dianggap anak ‘ingusan’. Ingat, orangtua tetaplah orangtua yang telah melahirkan dan merawat kita hingga besar seperti ini. Walaupun rasanya tidak nyaman masih dianggap sebagai anak kesayangan tapi sedapat mungkin tanggapi perilaku orangtua dengan bijaksana.

Diperlakukan masih seperti anak kecil memang membuat perasaan bercampur aduk antara malu, marah atau jengkel. Selain itu pandangan pihak luar juga akan mempengaruhi karena kita dianggap tidak atau kurang mempunyai kemampuan untuk mengatasi berbagai persoalan di dalam kehidupan ini. Hal seperti ini mungkin juga akan berefek pada lingkungan sosial kita terutama dalam keluarga besar. Mungkin kehadiran kita hanya dianggap sebagai pemanis karena pendapat kita tidak pernah diabaikan.

Emang banyak faktor yang menyebabkan orangtua kita masih memperlakukan kita seperti anak kecil. Misalkan masih terpatrinya konsep bahwa ‘anakku adalah milikku’ atau pengaruh pola asuh yang memang sudah turun temurun dan bahkan karena kita merupakan anak tunggal didalam keluarga, jadi orangtua merasa tidak mau kehilangan buah hatinya.

Apapun itu alasan kita mendapatkan perilaku seperti itu dari orangtua tentunya situasi seperti ini harus dirubah. Beberapa cara yang bisa dilakukan, adalah :

  • Mulailah untuk dapat bersikap dan berpikir secara dewasa. Dengan bertambahnya usia tidak selalu dibarengi dengan bertambahnya kedewasaan. Salah satu tanda kita sudah menjadi manusia dewasa adalah terlihat dari kemampuan kita untuk memilah dan memilih sebelum mengambil sebuah keputusan sehingga tidak ada pihak yang akan dirugikan.
  • Lebih baik memperbanyak melakukan diskusi dan tukar pendapat atau pengalaman dengan orang yang lebih berpengalaman atau lebih dewasa dibanding usia kita. Walaupun, memang ada juga orang yang mempunyai tingkat kedewasaan yang lebih tinggi sedangkan usia masih terbilang muda.
  • Mencoba untuk mulai dapat mengendalikan dan mengontrol emosi diri sendiri. Mempunyai rasa amarah adalah hal yang normal tetapi usahakan jangan terlalu ‘meledak-ledak’ atau ‘ngambek’ secara berlebihan.
  • Mulailah untuk membuka wawasan pikiran agar dapat menyikapi segala masalah dengan lebih bijaksana lagi. Di usia dewasa pasti akan banyak menghadapi persoalan-persoalan yang lebih rumit lagi.
  • Cobalah untuk mulai memperlancar komunikasi dengan semua pihak termasuk orangtua. Hal ini dapat membuat orang lain akan menilai diri kita sebagai orang yang sudah dewasa dan luwes dalam bergaul.
  • Sesekali mencoba untuk berbalik, bagaimana seandainya diri kitalah yang ada di posisi orangtua kita. Harus diyakini bahwa orangtua mempunyai rasa kasih sayang pada anaknya tanpa batas dan syarat. Hendaknya sebagai anak juga dapat memahami dan mengerti posisi mereka.

Cobalah untuk berdiskusi dengan orangtua tentang visi dan misi hidup. Kematangan berpikir akan menunjukan sikap dewasa dengan membuat rencana masa depan baik dan matang. Dengan begitu, orangtua pasti akan memberikan nilai lebih terhadap anaknya dan percaya bahwa anaknya memang sudah dewasa ! Ingat, jangan pernah pamrih ya terhadap orangtua.

Kode unik: W#psikologi65

Tags:
0 shares
                            367 Views