Kenapa Kartini Layak Tonton?

Kenapa Kartini Layak Tonton?

Wartawanita.com – Di hari Kartini 2017 kemarin, Legacy Picture mempersembahkan sebuah biopik karya Hanung Bramantyo yang berjudul KARTINI. Film ini dikerjakan Hanung bersama Legacy Pictures dan Screenplay Films dan dirilis sehari menjelang hari lahir Kartini, pada 21 April. Di dalam film biopik ini, Hanung mengajak Dian Sastrowardoyo untuk berperan sebagai Kartini. Dian yang merupakan aktris cantik dan populer terasa pas didapuk sebagai pemeran utama sebagai Kartini dalam film yang sebelumnya juga pernah diangkat ke layar lebar dengan pemeran utama Yenny Rachman pada tahun 1984.

Untuk film Kartini arahan sutradara Hanung Bramantyo ini, mengisahkan saat Raden Ajeng Kartini yang memiliki keinginan dan berusaha mendobrak sebuah tradisi kuno Jawa mengenai hak-haknya sebagai perempuan, dimana seorang perempuan merasa berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan kaum laki-laki. Bila kamu merasa penasaran dan belum menyaksikan filmnya, berikut ini ada beberapa alasan yang bisa kamu perhatikan mengapa film ini wajib Anda tonton.

Totalitas Dian Sastrowardoyo Berperan sebagai Kartini

Dian Sastrowardoyo atau biasa disebut Dian Sastro merupakan aktris cantik yang sangat total dalam memerankan sebuah peran. Salah satunya di film Kartini, Dian begitu dia disapa harus melakukan observasi dan riset dengan berulang kali membaca buku serta catatan mengenai sosok dari RA. Kartini. Di film ini, Dian juga menunjukkannya kepiawaiannya berdialog dengan menggunakan bahasa Belanda. Bila kamu melihat film ini, dijamin kamu akan melihat sosok Dian Sastro yang beda ditambah dialeknya yang sangat kental aksen Jawanya.

Film Dengan Riset dan Observasi yang Panjang

Sebelumnya, film ini dijadwalkan untuk dirilis pada peringatan hari Kartini tahun lalu, pada April 2016. Karena ada beberapa scene atau produksi yang belum memuaskan sutradara dan produsernya, maka perilisan film ini ditunda hingga April 2017. Berbagai sumber tertulis mulai dari Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer, kumpula surat-surat Kartini yang legendaris berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang yang dikarang oleh Armjn Pane, serta catatan dari Majalah Tempo yang bertajuk Gelap-Terang Hidup Kartini dijadikan sumber literasi dari penggarapan film biopik ini.

Film yang Bertabur Bintang Berkualitas

Film Kartini merupakan film yang penuh dengan aktor dan aktris papan atas Indonesia bermain di dalamnya. hampir keseluruhan cast pemainnya pernah meraih piala supremasi di dunia film nasional, yaitu Piala Citra. Nama-nama yang ikut memeriahkan Film Kartini adalah Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Ayusitha, Acha Septriasa, Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Deddy Sutomo, serta Djenar Maesa Ayu. Dan sutradaranya sendiri, Hanung Bramantyo pun pernah meraih Piala Citra sebanyak 2 kali.

Sutradara Hanung Bramantyo yang Piawai dalam Membuat Film Biopik Indonesia

Film Kartini merupakan salah satu film biopik Indonesia. Dan sutradara yang membuatnya pun sangat berpengalaman dalam membuat film biopik Indonesia. Dan film-film biopik Indonesia garapan Hanung Bramantyo tentunya sangat berkualitas. Sebut saja sudah beberapa judul film biopik yang digarap Hanung, seperti Kyai Haji Ahmad Dahlan dengan judul Sang Pencerah, Soekarno, Habibie dengan judul Ainun Habibie serta sekuel dan prekuelnya, kemudian ada film pendek yang mengisahkan tentang Jusuf Kalla. Dan dengan dirilisnya film Kartini karyanya ini, pasti akan menjadi film berkualitas melalui tangan dinginnya.

Film Ini Mengisahkan Sisi Lain dari Kartini

Melalui film Kartini, Hanung sebagai sutradara filmnya ingin mengangkat sisi lain dari sosok Kartini yang tidak ditemukan di buku-buku pelajaran sejarah. Di film ini, Kartini digambarkan sebagai sosok yang tomboy dan dengan semangat yang meledak-ledak. Bersama kedua adiknya, Kardinah yang diperankan Ayusitha dan Roekmini yang diperankan Acha Septriasa, mereka melalui berbagai macam tantangan untuk mendapatkan kesetaraan dengan kaum pria.

Penampilan Christine Hakim yang Memukau

Siapa tidak mengenal Christine Hakim? Aktris senior satu ini merupakan aset berharga bagi perfilman nasional. Dimana kualitas aktingnya sangat luar biasa. Peraih piala Citra sebanyak 6 kali ini pun sempat bermain di film Hollywood bersama Julia Robert dalam film yang berjudul, Eat, Pray, Love pada 2010 silam. Dan di film Kartini, Christine Hakim berperan sebagai Ngasirah yang merupakan ibu kandung dari Kartini. Dan penampilannya ini tentunya akan membuat kamu menangis dengan pembawaan perannya.

Sinematrografi yang Mempesona

Sebuah film tidak hanya unggul di sisi cerita saja untuk memberikan kesan pada penonton. Di film Kartini ini, kekuatan cerita juga didukung sinematografi yang indah makin membuat film ini menjadi sebuah film yang berkualitas dan pastinya sayang sekali jika kamu sampai melewatkan untuk menyaksikannya di bioskop. Dan film Kartini menyuguhkan keindahan gambar yang pastinya akan membuat kamu takjub ketika menyaksikannya.

Film yang Penuh dengan Semangat Juang dari Seorang Perempuan

Tiga bersaudara di dalam film ini, Kartini, Kardinah, dan Roekmini senantiasa menunjukkan sebuah peran yang perjuangan, dimana untuk berjuang menyetarakan dirinya di hadapan laki-laki betapa sulit sekali. Demi kesamaan hak dan kesetaraannya dengan kaum laki-laki, mereka berusaha untuk mendobrak tradisi demi mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki.

Nah, itulah alasan yang bisa kamu ketahui mengapa film Kartini ini sangat sayang sekali dilewatkan. Film ini dirilis pada 19 April 2017. Dan hingga saat ini film tersebut masih ditonton oleh penggemar film nasional di jaringan bioskop Indonesia.

Kode unik: W#pernik08

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            155 Views