nyamuk1

Japanese Encephalitis yang Misterius dari Jepang

Japanese Encephalitis yang Misterius dari JepangWartawanita.com – Agak susah menyebutkan nama penyakit ini dan masih banyak yang belum mengenalnya. Japanese Encephalitis (JE) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk dan hingga saat ini masih menjadi permasalahan. Belum tuntas permasalahan penyakit demam berdarah dan chikungunya, datanglah penyakit ini yang meski kurang  populer tapi juga tak kalah berbahaya  yang penularannya dari hewan ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Tentang  Penyakit Japanese Encephalitis

Japanese Encephalitis (JE) merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang penyebarannya melalui gigitan nyamuk. Nyamuk pembawa virus ini adalah Culex tritaeniorhynchus dan Culex vishnui yang ditemukan pertama  kali di negara Jepang yang terdokumentasi pada tahun 1871. Meski begitu, penyakit ini juga telah banyak ditemukan di kawasan Asia lainnya, termasuk Indonesia.

(Baca juga: Dua Museum Yves Saint Laurent Akan Hadir di Paris dan Maroko)

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus ini telah membuat ribuan orang meninggal, tidak hanya di Jepang, tapi di kawasan Asia. Namun, meski di Indonesia juga masuk dalam wilayah penyebaran virus ini, sayangnya belum banyak masyarakat yang mengerti dan sadar akan bahaya penyakit ini.

BACA JUGA:  Wanita Hamil Muda Hindari 8 Makanan Ini
Bahaya Japanese Encephalitis

Penyakit ini hampir tidak memiliki gejala khusus sehingga orang seringkali tidak tahu jika sudah terinfeksi dan hanya menyepelekan gejala yang ada karena awalnya seperti sakit kepala dan demam biasa. Penyakit JE akan menunjukkan gejalanya di masa 5 – 15 hari pasca gigitan penyakit nyamuk. Gejalanya berupa sakit kepala, demam, mual, kaku pada leher, kejang, bahkan lumpuh.

(Baca juga: Opera Ainun Merambah Eropa)

Setelah tahu betapa menyeramkannya penyakit ini, tentunya tidak ada yang mau sampai tertular. Nyamuk ini sendiri biasanya sering ditemukan di persawahan dan peternakan, apalagi jika musim hujan, jumlah nyamuk  ini bisa bertambah banyak. Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang spesifik untuk penyakit ini. Salah satu cara alternatif terhindar dari jangkitan penyakit ini adalah dengan melakukan penyuntikan vaksin apabila berkunjung ke daerah yang menjadi wilayah penyebaraan penyakit JE ini.  Jangan lupa pula untuk menggunakan lotion nyamuk sekiranya  banyak nyamuk serta selalu menjaga kebersihan tempat tinggal.

BACA JUGA:  Hindari Ini Agar Si Dia Sukses Bentuk Sixpack

Lebih baik mencegah ya untuk penyakit ini.

Kode unik: KLIK disini

LADIES MUST READ

Tags:
1 shares
                            90 Views