Euthanasia Langgar Hukum Dan Kode Etik Kedokteran

Wartawanita.com – “Dalam KUHP secara umum euthanasia dilarang. Secara detilnya dijelaskan dalam UU Kesehatan dan Kode Etik Kedokteran di Indonesia,” ungkap Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih dengan tegas, di Jakarta.

Euthanasia atau pengakhiran hidup seseorang terbagi menjadi euthanasia aktif dan pasif. Euthanasia aktif ialah praktik pengakhiran hidup seseorang secara aktif dengan memberikan obat kepada seseorang, atau suntik mati. Sedangkan euthanasia pasif dikategorikan sebagai bentuk pembiaran atau melepaskan bantuan kesehatan kepada seseorang yang sakit.

“Yang pasif itu seperti melepaskan alat bantu kesehatan. Euthanasia aktif maupun pasif keduanya tidak diperbolehkan di Indonesia,” tambah Fakih. Fakih juga menegaskan bahwa kode etik kedokteran tersebut menjadi dasar hukum untuk melarang praktik euthanasia.

Fakih juga memaparkan bahwasanya dunia kedokteran internasional sudah sepakat untuk tidak memperbolehkan praktik euthanasia aktif. Namun tidak dipungkiri, di beberapa negara euthanasia pasif ada yang melakukannya. “Euthanasia pasif sepertinya di Amerika Serikat mulai diterapkan,” kata dia.

Ada suatu kejadian dimana seorang warga Aceh yang merupakan korban tsunami bernama Berlin Silalahi, memutuskan untuk melayangkan surat ke pengadilan agar dilakukan euthanasia terhadap dirinya. Silalahi yang mengidap penyakit radang tulang sejak 2012 dan lumpuh pada kedua kakinya telah merasa putus asa karena tempat tinggalnya di barak pengungsi Desa Bakoy Aceh Besar digusur.

Kode unik: W#pernik21

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            110 Views