Coding Mum BEKRAF Merambah Luar Negeri

Coding Mum BEKRAF Merambah Luar Negeri

Wartawanita.com – Program Coding Mum  yang diperuntukkan untuk ibu-ibu rumah tangga, bisa memberikan kesempatan kepada ibu rumah tangga untuk menjadi lebih berdaya guna di era teknologi informasi sebagai tenaga kerja pemrogram. Dengan begitu, ibu rumah tangga memperoleh akses ekonomi lebih luas dengan bekerja paruh waktu di rumah. Coding Mum merupakan program yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAFT)

Pertama kali diselenggarakan 22 Februari 2016 di Kolla Sabang, jakarta yang diresmikan oleh Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.Saat ini para alumninya telah mengembangkan bisnis kuliner, kriya dan usaha-usaha ekonomi kreatif lainnya dengan menggunakan jaringan online melalui website.

Setelah sukses dilaksanakan di beberpa kota di Indonesia, tahun 2017 ini BEKRAFT akan menyelenggarakan Coding Mum luar negri, merupakan pelatihan bahasa pemrograman komputer dengan sasaran ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sebagai buruh migran Indonesia. Negara yang menjadi tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu Singapura, Malaysia (Kuala Lumpur dan Johor), Hongkong, Taiwan dan Arab Saudi (Madinah).

Coding Mum luar negri ini bertujuan mengembangkan jiwa kewirausahan para buruh migran wanita, agar ketika pulang ke tanah air mereka bisa melakukan bisnis online dengan cara membuat halaman web usaha mereka sendiri ataupun bekerja sebagai programmer, multiplier effect yang mereka berikan dapat menghasilkan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan baru.

BACA JUGA:  Teknologi Terbaru ZTE dari MWC Barcelona 2017

”Kegiatan ini merupakan bagian dari skenario besar BEKRAFT dalam mencapai sasaran strategis penyerapan tenaga kerja dari sektor industri ekonomi kreatif dengan jumlah tujuh belas juta di tahun 2019. Buruh migran wanita itu angkatan kerja yang sangat potensial. Saya harapkan pelatihan ini semakin mempercepat efek bola salju pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang pada akhirnya Coding Mum dapat menjadi sebuah gerakan nasional yang mampu mengatasi permasalahan tingginya kebutuhan tenaga programmer di Indonesia, ujar Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif.

Bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan, Bank Mandiri (Persero) dan PT. Kolaborasi Ide Kreatif (Kolla Space) dengan target peserta sebanyak 12 batch, setiap batch akan diikuti 10-20 peserta dari buruh migran wanita yang terpilih melalui seleksi. Dua belas batch terdiri dari Singapura dengan empat batch yang dimulai dari bulan Januari, Maret, Juli dan September 2017, Dua Batch di Hongkong akan dilakukan pada April dan Juli 2017, satu batch di Madinah, dua batch di Taiwan rencana akan dihelat pada Juli dan September 1017, dua batch di Johor serta satu batch di Kuala Lumpur yang masing-masing akan dimulai Agustus 2017.

Kurikulum Coding Mum di Asia mewajibkan peserta melakukan pelatihan dalam delapan kali pertemuan. Targetnya peserta akan menguasai dasar-dasar Front End Designer aplikasi web, mengerti konsep arsitektur sebuah aplikasi web dan mampu mendesain sebuah halaman website. Pelatihan ini dapat berkembang menjadi penguasaan terhadap developer HTML dan Javascript, sehingga para alumninya dapat mengembangkan karir sebagai programmer paruh waktu ataupun bekerja full time disebuah perusahaan.

BACA JUGA:  Paspampres Dalam Balutan Pakaian Adat

Sosialisasi dan Training of Trainer (TOT) terlebih dahulu sebelum pelatihan Coding Mum di Asia, Sosialisasi bertujuan untuk mengumumkan rencana kegiatan, melakukan konsolidasi dengan perwakilan pemerintah di negara tersebut, merekrut calon mentor dan sekaligus menyeleksi calon peserta. Training of Trainer dimaksudkan untuk mempersiapkan para mentor yang akan menjadi pengajar di kelas Coding Mum. Para mentor diambil dari warga negara Indonesia yang tinggal di negara tempat pelaksanaan kegiatan. Tahun 2016, sosialisasi telah dilakukan diberbagai negara seperti Singapura, Hongkong dan Arab Saudi.

Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pihaknya akan mensinergikan program Coding Mum dengan program Mandiri Sahabatku yang telah dilaksanakan sebelumnya di Hongkong, Malaysia, Korea dan Singapura. Dihelat sejak 2011, Program Mandiri Sahabatku telah memberikan pelatihan berwirausaha kepada lebih dari 10.000 Buruh Migran Indonesia(BMI). ”Selain seirama dengan program Mandiri Sahabatku, antusias kami dalam mendukung program ini juga didorong oleh komitmen perseroan untuk terlibat dalam berbagai inisiatif yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun negri,”ungkap Kartika.

Kode unik: W#pernik58

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            56 Views