Sate dari serangga

Cara Meracik Serangga Jadi Makanan Yang Lezat

wartawanita.com – Menjadi makanan di masa depan serangga menjadi salah satu saran PBB untuk dikonsumsi, Selama bertahun-tahun PBB telah memutuskan untuk orang berhenti konsumsi daging dan memilih untuk sajian yang sehat seperti serangga termasuk kumbang, ulat dan tawon.

Pesan tersebut diterima dengan baik oleh ilmuwan di Nordic Food Lab di Copenhagen, Denmark, yang memutuskan menulis buku tentang serangga berjudul ‘On Eating Insect’. Nordic Food Lab adalah laboratorium yang didirikan oleh chef Noma, Rene Redzepi dan rekannya, Claus Meyer.

Buku On Eating Insects.

Phadion menerbitkan buku yang menampilkan, review dan juga resep yang menantang citarasa masyarakat Eropa tentang cara mengonsumsi hewan bersayap, bercangkang keras ataupun berantena. Walaupun sebagian chef telah memasukkan serangga dalam menu utamanya, sajian ini belum menjadi makanan yang lazim di beberapa daerah.

“Konsep makan serangga telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir di Barat. Namun sedikit yang tertulis tentang bagaimana menyiapkan serangga sebagai hidangan,” sinopsis buku yang juga ditulis oleh Josh Evans, Roberto Flore dan Michael Bom Fost ini.

On Eating Insect adalah buku pertama yang menampilkan pandangan menyeluruh akan serangga. Buku ini sajikan esai pentingnya menyantap serangga dari berbagai sisi budaya, ekologi, serta politik. Bersama dengan cerita pengalaman langsung mencicipinya juga resep dari Nordic Food Lab,” demikian yang diungkap dalam buku tersebut.

Dalam buku ini, misalnya, Evans menceritakan diskripsi pengalamannya mengunyah larva. “Saya mengupas serangga ini dan tampak larva putih gemuk yang kemudian saya taruh di mulut. Kulitnya meleleh di lidah. Itu terasa lembut dan berlemak dengan rasa samar melon madu, almond segar, dan alpukat. Manis sesaat dan menyisakan rasa gurih,” ungkap Evans.

“Teksturnya berbeda, seperti punya kesan mewah. Saya makan lagi dengan perlahan, rasanya seperti cahaya matahari dan panas bersinar masuk melalui kelopak mata saya yang tertutup,” ujarnya seperti dikutip dari CTV News.
Karena mulai populer sebagai sumber protein ramah lingkungan makin banyak orang mengolah serangga. Permintaan akan serangga layak konsumsi juga terus meningkat. Buku On Eating Insects mulai dipasarkan pada 1 Mei dan dihargai sekitar Rp 1 juta atau $75.

0 shares
                            462 Views