Bukan Sembarang Menari, "MENARI" lah Sebelum Detak Jantung Terhenti - Wartawanita.com

Bukan Sembarang Menari, “MENARI” lah Sebelum Detak Jantung Terhenti !

Wartawanita.com – Salah satu penyakit yang menjadi momok di Indonesia adalah serangan jantung. Gaya hidup serta lingkungan yang sudah hampir jauh dari sehat membuat penderita penyakit kardiovaskular semakin meningkat setiap tahunnya. Salah satu masalah kardiovaskular yang sebenarnya banyak diderita oleh masyarakat Indonesia adalah Fibrilasi Atrium (FA) atau gangguan pada irama detak jantung yang tidak seirama.

Bukan Sembarang Menari, "MENARI" lah Sebelum Detak Jantung Terhenti - Wartawanita.com“FA merupakan kelainan irama jantung berupa detak jantung yang tidak regular dan sering ditemukan pada populasi di dunia dan Indonesia. Namun sangat disayangkan pengetahuan dan keperdulian tentang FA ini hingga kini masih sangat rendah. Padahal FA dapat menyebabkan bekuan darah di jantung yang apabila lepas ke sirkulasi sistemik akan menyebabkan stroke,” ungkap Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), FIHA, FasCC, Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI.

Agar masalah irama jantung ini dapat terdeteksi sedini mungkin ada maka ada satu kegiatan ringan yang dapat dilakukan yaitu MENARI. Menari disini bukanlah sembarang menari karena yang dimaksud menari disini adalah MEraba NAdi sendiRI yang merupakan gerakan self assessment untuk mengetahui kelainan irama jantung atau istilah medisnya Fibrilasi Atrium.

MENARI menjadi sangat penting untuk disosialisasikan karena sekitar 40% penderita FA akan mengalami stroke sebagai gejala awalnya. Biasanya sebagian besar stroke yang disebabkan FA akan bersifat lebih berat dan menyebabkan disabilitas yang lebih berat dan lama. Akan tetapi dengan mengenali karakteristik denyut nadi FA diharapkan masyarakat umum dapat segera mengambil tindakan dengan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar terhindar dari kelumpuhan.

Bukan Sembarang Menari, "MENARI" lah Sebelum Detak Jantung Terhenti - Wartawanita.comMelakukan MeNaRi

Sebenarnya melakukan menari ini tidaklah susah. Letakkan tiga jari (telunjuk, jari tengah dan jari manis) tangan kanan di sisi dalam pergelangan tangan kiri dekat jempol. Lakukan penekanan secara perlahan hingga terasa denyutan. Rabalah beberapa saat sehingga pola denyut nadi dapat terpola.

Dalam kondisi sedang beristirahat, denyut nadi yang normal akan teratur dengan laju 10 – 15 kali dalam 10 detik perabaan. Bila denyut nadi terasa tidak teratur, seperti ada denyut yang terasa hilang atau denyut yang terasa lebih kuat atau lemah atau laju nadi cepat dan lambat bergantian, maka ada kemungkinan terkena serangan FA.

Bila kondisi ini terjadi sebaiknya tidak menunggu terjadi kondisi lain terjadi seperti berdebar, nyeri dada, sesak, mudah lelah atau sebagainya. Segeralah memeriksakan diri ke dokter dan utarakan bahwa telah melakukan observasi denyut nadi dan merasakan ketidaknormalan. Mintalah pada dokter untuk melakukan pemeriksaan EKG alias elektrokardiografi.

Mereka yang sudah memasuki usia lanjut sekitar 65 tahun ke atas sebaiknya melakukan menari ini  secara rutin seminggu sekali dan jika merasa berdebar, sesak, nyeri dada atau mudah lelah. Bagi yang memang menderita hipertensi, diabetes, jantung koroner atau jantung lainnya , pernah terserang stroke dan berjenis kelamin wanita maka resiko terserang stroke akan lebih besar. Usahakan untuk melakukan menari setelah bangun tidur.

Ayo MENARI hindari kelumpuhan !

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            74 Views