8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com

8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini ?

Wartawanita.com – Mereka yang kelahiran sekitar tahun 80 an dan 90 an  sudah tidak mungkin mengalami untuk menaiki kendaraan angkutan umum fenomenal alias jadul di Jakarta karena sudah tergantikan dengan Busway atau kereta listrik. Tapi bagi mereka yang kelahiran 70 an mungkin ada rasa rindu untuk bisa menaiki angkutan perkotaan Jakarta teompo doloe. Sedikit  bernostalgia dengan alat transportasi umum Jakarta jaman dulu yang pernah meramaikan ibukota dan mungkin masih ada yang beroperasi hingga saat ini, seperti :

Trem
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Transportasi yang kurang pas di masa itu

Kendaraan ini hampir mirip dengan kereta api dan sudah ada sejak masa Hindia Belanda, kala itu ketika Jakarta masih bernama Batavia. Aslinya kendaraan ini digerakan dengan tenaga kuda tetapi pada tahun 1881, trem berkuda digantikan dengan trem beruap. Kemudian sesuai perkembangan jaman saat itu, sekitar 20 tahun kemudian munculah trem listrik. Kendaraan ini sempat berjaya dimasanya hingga sekitar tahun 1960 an. Hal ini karena Presiden Indonesia di masa iru, Ir. Soekarno, berpendapat bahwa trem kurang cocok berada di wilayah Jakarta.

Helicak
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Helicak merupakan transportasi unik

Tidak banyak yang mengetahui bahwasanya mesin kendaraan ini berasal dari skuter Lambretta asal Italia. Sedangkan nama helicak berasal dari gabungan kata helikopter dan becak. Helicak beroperasi pada masa kepemimpinan Gubernur (alm) Ali Sadikin yang berfungsi untuk menggantikan becak yang dianggap sudah tidak manusiawi lagi. Bentuk helicak sebetulnya agak mirip dengan becak hanya saja bagian depan helicak tertutup dan digerakan oleh mesin. Jumlah helicak sekarang sudah tidak banyak lagi dan sesekali masih terlihat di sekitaran daerah Kemayoran.

Bemo
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Masih ada di Jakarta di daerah pinggiran

Kendaraan yang selalu diidentikan dengan salah satu tokoh lawak Indonesia sebetulnya adalah singkatan dari kata becak dan motor. Bemo sebetulnya adalah produk dari salah satu produsen otomotif besar di Jepang, Daihatsu, dengan nama produknya Daihatsu Midget. Awalnya kehadiran kendaraan ini dimaksudkan untuk menggantikan keberadaan becak dan helicak karena kapasitasnya yang lebih besar. Kendaraan beroda tiga yang dapat mengangkut 5 – 6 orang sekaligus ini muncul di Jakarta pertama kali pada tahun 1962.

Oplet
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Alat transport jaman ‘si Doel’

Bagi yang pernah menyaksikan sinetron ‘Si Doel’ pasti kenal dengan jenis angkutan umum ini. Jika harus dibandingkan memang menggunakan oplet jauh lebih nyaman dari pada bemo. Selain luas, mesin oplet juga tidak berisik dan yang menariknya lagi adalah ternyata oplet yang berasal dari produk Morris dan Austin ini hampir seluruh body nya terbuat dari kayu.

Bus Tingkat
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Sudah mulai ada lagi di Jakarta.

Kendaraan bis dua tingkat ini sekarang sudah mulai banyak ditemui lagi berkeliaran di Jakarta. Dulunya bus jenis ini sempat dilarang beroperasi karena beberapa alasan, seperti sulit dan mahalnya suku cadang, kurangnya keseimbangan, jalannya lambat, dan tidak sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan jalan di Jakarta. Namun begitu, pengagum bus ini cukup banyak karena sensasi ketika duduk di lantai atas sangat berbeda dibandingkan menaiki bus pada umumnya.

Motor Becak – Mobet
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Alat transportasi ini masih ada tetapi sudah tidak banyak.

Motor Becak alias Mobet sudah ada di Jakarta sejak tahun 60 an tapi jumlahnya memang sedikit sekali, hanya sekitar 300 buah saja. Kendaraan ini awalnya adalah sepeda yang dikayuh. Tapi seiring perkembangan jaman, Mobet dimodifikasi dengan menggunakan tenaga mesin yang dirakit sendiri. Dulunya kendaraan lebih sering digunakan untuk mengangkut barang atau masyarakat yang tinggal dari gang ke gang. Tarif angkut barang biasanya lebih mahal sekitar 10.000 rupiah, kalo penumpang umum dipatok seharga 2.000 rupiah. Saat ini Mobet hanya diijinkan oleh pemerintah untuk beroperasi disekitar jalan kecil saja, seperti Pasar Jiung, Poncol, Jamblang, sampai sekitar (PRJ) Pekan Raya Jakarta.

Getek
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Getek saat ini masih dipergunakan untuk transportasi menyeberangi sungai.

Getek ini hampir mirip dengan perahu rakit hanya saja getek difungsikan sebagai transportasi penyebrangan. Kendaraan diatas air ini mempunyai beberapa ukuran tetapi memang yang paling sering digunakan adalah yang berukuran 2 x 4 meter yang berfungsi untuk menyebrangi sungai selebar kurang lebih 10 meter. Cara menjalani getek ini cukup unik karena perpaduan antara manusia dan seutas tali yang dikaitkan antar pohon pada ujung tepian sungai. Tali inilah yang berfungsi sebagai penarik perahu kayu untuk mencapai ketepian. Saat ini getek masih ada terlihat di Jakarta tetapi untuk yang memanfaatkannya sudah tidak sebanyak tahun 70 – 80 an. Peminat getek yang ada hingga sekarang adalah seputar pelajar dan hanya dikenakan ongkos 500 rupiah saja.

Becak
8 Angkutan Umum Jadul di Jakarta, Mana yang Bertahan Hingga Kini - Wartawanita.com
Jaman sekarang becak sudah dianggap transportasi yang tidak manusiawi lagi

Kata becak sebetulnya berasal dari bahasa Hokkien, be chia yang artinya kereta kuda. Tetapi sekarang karena sudah dianggap tidak manusiawi lagi maka becak sudah sangat jarang berkeliaran di Jakarta. Becak hanya dapat ditemukandi pinggiran Jakarta seperti pemukiman padat penduduk, rumah yang di gang-gang rumah, atau pasar. Bila ingin bernostalgia baik becak bisa ditemukan di pasar Benhil, pasar Koja, Jalan Kebon Bawang, Jalan Bugis, Jalan Tongkol, dan sejumlah jalan lainnya. Tarif becak berfariasi disesuaikan jarak tempuhnya sekitar 4.000 sampai 15.000 rupiah.

Jadi, apakah masih bisa ditemukan nggak ya angkutan umum jadul ini di Jakarta ?

LADIES MUST READ

Tags:
1 shares
                            169 Views