gtlv2

7 Penyebab Gatal di Miss V, Salah Satunya Karena Nomor 5 !

wartawanita.com – Tentunya akan sangat menganggu bila gatal menyerang wanita apalagi di bagian Miss V yang sangat sensitif. Rasa gatal ini memang merupakan kondisi yang umum yang sering terjadi pada anak-anak dan wanita dewasa. Walaupun kecenderungannya rasa gatal ini tidak berbahaya tapi jika kondisi ini berlanjut hingga lebih dari beberapa hari atau disertai gejala lain, sebaiknya segera memeriksakan diri ke yang profesional. 

Biasanya rasa gatal pada Miss V dapat terjadi karena satu atau kombinasi beberapa penyebab sehingga diperlukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya. Inilah beberapa kemungkinan penyebab terjadinya rasa gatal pada Miss V, yaitu :

Menggunakan Bahan Kimia

Rasa gatal juga dapat disebabkan karena terjadinya iritasi pada vagina akibat penggunaan bahan-bahan kimia. Biasanya bahan-bahan kimia ini langsung tersentuh oleh vagina, misalkan yang terdapat dalam kondom, krim, sabun, tisu, atau pembalut yang digunakan.

Terjadiny Infeksi Jamur atau Kandidiasis Vagina

Apabila ada pertumbuhan jamur yang berlebihan pada vagina dan vulva. Infeksi ini akan lebih berisiko terjadi saat wanita sedang hamil, menggunakan antibiotik, aktif berhubungan seksual, dan saat sistem kekebalan tubuh sedang melemah. Selain gatal, jamur akan menyebabkan vagina mengeluarkan cairan putih dan kental.

Vaginosis Bakteri

Seyogyanya keberadaan  bakteri-bakteri sehat pada vagina adalah merupakan hal yang normal. Akan tetapi, bakteri jahat dapat menyebabkan infeksi dan rasa gatal. Selain gatal, umumnya vaginosis bakteri akan diiringi dengan gejala seperti rasa perih, serta keluarnya cairan dan bau tidak sedap dari vagina.

Adanya Penyakit Menular (PMS)

Penyakit menular seperti herpes, klamidia, trikomoniasis dan gonore menjadi salah satu penyebab terjadinya gatal-gata pada vagina.

Masa Menopause

Pada wanita yang sudah berusia lanjut biasanya akan mengalami penurunan produksi estrogen. Pada akhir masa reproduksi wanita dapat menyebabkan dinding vagina menipis dan mengering, sehingga menyebabkan iritasi dan gatal. Selain pada lansia, kondisi ini dapat terjadi pada wanita yang sedang menyusui.

Lichen Sklerosis

Merupakan kondisi terjadinya bercak putih pada kulit sekitar kemaluan. Kondisi seperti ini umumnya yang jarang terjadi pada wanita yang belum memasuki pascamenopause. Penyakit kulit seperti eksim juga dapat menyebabkan gatal.

Infeksi Cacing Kremi

Harus waspada, ternyata terinfeksi cacing ini dapat membuat vagina menjadi gatal. Biasanya infeksi cacing kremi ini akan lebih sering dialami oleh anak perempuan.

Terjadinya Pra-kanker

Rasa gatal juga dapat menjadi salah satu gejala kulit kemaluan yang mengalami prakanker.

Stress

Meskipun jarang terjadi, namun kondisi emosional yang tidak stabil dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun sehingga membuat tubuh lebih berisiko mengalami gatal dan iritasi.

Jadi sebaiknya jagalah kebersihan di sekitar Miss V.

 

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            2176 Views