60 Tahun PERKI, Mengabdi Capaian dan Harapan di Bidang Kardiovaskular Indonesia - Wartawanita.com

60 Tahun PERKI, Mengabdi Capaian dan Harapan di Bidang Kardiovaskular Indonesia

60 Tahun PERKI, Mengabdi Capaian dan Harapan di Bidang Kardiovaskular Indonesia - Wartawanita.comWartawanita.com – Menurut WHO, penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang disebabkan gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Adapun penyakit kardiovaskular adalah penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskular (otak dan pembuluhnya), penyakit pembuluh darah perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, aritmia dan penyakit katup, thrombosis vena dan emboli paru-paru.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) memasuki usia ke 60 nya kini menaungi sekitar 1,000 spesialis jantung dan pembuluh darah di seluruh Indonesia ini memiliki beberapa capaian terbaik alias milestones PERKI. Capaian tersebut tentunya diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan kardiovaskular di Indonesia sehingga dapat menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat penyakit ini.

60 Tahun PERKI, Mengabdi Capaian dan Harapan di Bidang Kardiovaskular Indonesia - Wartawanita.comDr. dr. Ismoyo Sunu, SpJP (K), FIHA, FAsCC, Ketua umum PP-PERKI mengatakan bahwa pencapaian PERKI di usia 60 tahun ini tidak dapat dilepaskan dari hasil perjuangan para pendiri dan pengurus PERKI dari pusat hingga cabang di periode-periode sebelumnya. Kolaborasi PERKI pusat dengan Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (Kolegium IPJPD) yang terjalin saat ini sangat sinergis yang terbukti mengakselerasi capaian-capaian yang bermanfaat.

60 Tahun PERKI, Mengabdi Capaian dan Harapan di Bidang Kardiovaskular Indonesia - Wartawanita.comBeberapa milestone yang perlu dijadikan memontum adalah keterlibatan PERKI secara aktif dalam Komite Penanggulangan Penyakit Kardioserebrovaskular Nasional bersama PAPDI, PERDOSI, PERDOSRI, HBTKVI dan IDAI dengan harapan ke depan komite ini mampu mewujudkan kesamaan pandangan dan pendapat terutama dalam memberikan advokasi kebijakan dan regulasi pemerintah khususnya kementrian kesehatan pada era JKN.

Sementara itu, dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, Wakil Sekjen PERKI juga mengatakan bahwa terdapat banyak sekali kemajuan yang telah PERKI capai dalam bidang kardiovaskular di Indonesia baik dalam bidang terapetik, diagnostik maupun preventif. Salah satunya adalah intervensi terhadap penyakit jantung bawaan dan mengganti katup tanpa operasi tetapi dengan intervensi non bedah yaitu Transcatheter Aortic Heart Valve (TAVI) dan MITRAL CLIPS yang banyak dilakukan di Indonesia mulai tahun 2015, demikian juga dengan upaya penutupan apendiks atrium untuk mencegah stroke.

Penting untuk dicatat disini adalah bahwa SDM atau dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Indonesia terus berupaya mengikuti perkembangan bidang ini dan telah banyak yang mampu dan berkompeten. Sehingga penyakit yang dapat menyerang siapa saja ini dapat tertangani dengan baik dan tepat.

 

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            49 Views