horor1

5 Tujuan Wisata Yang Buat Merinding Di Jakarta

Wartawanita.com – Bagi mereka yang menyukai petualangan yang berhubungan dengan uji nyali mungkin akan senang dengan tujuan wisata yang berbau horor. Bagi yang ingin berwisata horor di Jakarta juga bisa karena ibukota Indonesia ini bukan hanya dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit saja tapi juga ada beberapa tempat tujuan wisata yang ihhhh syeremmmm.

Toko Merah

Masih banyak yang belum begitu mengetahui tentang keberadaan Toko Merah yang ada di kawasan Kota Tua, Jakarta. Konon dulu Toko Merah merupakan rumah seorang petinggi VOC yang pecetus untuk melakukan pembunuhan terhadap orang Cina di Batavia. Tahun 1851 bangunan ini beralih fungsi menjadi toko yang dihuni oleh warga Tionghoa. Bangunan berusia 3 abad ini sesuai namanya memiliki dinding yang hampir seluruhnya berwarna merah. Arsitektur yang diambil disinyalir mengambil gaya Tionghoa.

Toko Merah inilah yang menjadi saksi bisu pembantaian berdarah yang mengorbankan puluhan ribu nyawa etnis Cina pada zaman penjajahan. Toko Merah juga pernah dijadikan sebagai tempat penyiksaan gadis. Latar belakang inilah yang membuat Toko Merah sering disebut sebagai tempat angker di Jakarta. Konon dari dalam toko ini sering terdengar suara tangis dan juga derap langkah prajurit tentara plus penampakan wanita sering terjadi di dalam bangunanya.

Taman Kota Langsat Mayestik

Taman Kota Langsat di Mayestik dibelakang Pasar Burung Barito ini sebetulnya adalah sebuah taman kota yang nyaman dan asri. Di taman ini tersedia fasilitas olahraga yang dapat digunakan oleh pengunjung. Pepohonan rindang yang menghiasi taman memberikan nuasa asri. Sayangnya, tidak banyak pengunjung yang datang dan memanfaatkan fasilitas yang ada di taman. Karena suasana sepi itulah, Taman Kota Langsat dianggap horor alias angker, terutama pada malam hari.

Kabarnya,  pada malam hari warga masyarakat sekitar sering melihat kuntilanak di pepohonan Taman Langsat. Syerem juga…
Saking suasananya yang seram sebuah cerita hororpun muncul, katanya di taman tersebut sering terjadi penampakan genderuwo dan sering tercium bau-bauan aneh dan suara tawa yang tidak jelas dari mana asalnya.

Museum Taman Prasasti

Tempat yang konon angker lainnya adalah  Makam Taman Prasasti. Hampir semua orang yang pernah mampir kesini mengatakan bahwa tempat ini horor banget. Museum Taman Prasasti sebetulnya adalah sebuah museum yang menyimpan banyak nisan kuno. Dulu sebelum menjadi museum, Taman Prasasti adalah pemakaman umum yang bernama Kebon Jahe Kober. Kemudian pada tahun 1977 pemakaman ini dialih fungsi menjadi museum.

Saat masuk ke dalam Museum Taman Prasasti, nuansa horor langsung terasa. Suasana yang sepi menjadi faktor pendukung yang membuat bulu kuduk berdiri. Hal lain yang membuat museum ini sedikit angker adalah karena keberadaan banyak makam di dalamnya. Tidak hanya itu, Museum Taman Prasasti juga dihuni banyak patung, yang kebanyakan patungnya berbentuk seperti malaikat.

Museum Wayang

Museum Wayang yang letaknya di Kota Tua, Jakarta Barat ini dulunya adalah sebuah gereja bernama De Oude Hollandsche Kerk. Seperti tradisi gereja di Eropa, gereja dijadikan makam orang-orang penting berpangkat tinggi. Di museum inilah terdapat makam dari Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda keempat yang memindahkan pusat pemerintahan dari Banten ke Batavia. Memang tidak ada catatan tentang pemakaman Coen, sehingga tidak diketahui apakah jenazah Coen memang bersemayam di Museum Wayang atau tidak. Sampai saat ini nisan besar seperti prasasti menempel di tembok Museum Wayang.

Lubang Buaya

Mengapa tempat ini menjadi terkenal anker karena konon di tempat yang bersejarah ini sering terdengar jeritan-jeritan kesakitan dan bau anyir darah bahkan penampakan orang dengan baju tentara tapi wajahnya berlumuran darah. Menurut sejarahnya, di lubang sumur tua inilah yang dijadikan lokasi pembantaian para jendral. Oleh karena itu saat menjelang sore menuju Magrib suasana disana menjadi sepi karena orang-orang enggan untuk melintasinya.

Jadi ayo siapa yang berani berwisata horor.

Kode unik: KLIK di sini

Tags:
0 shares
                            242 Views