5 Alasan Jangan Buang Kuning Telur - Wartawanita.com

5 Alasan Jangan Buang Kuning Telur

5 Alasan Jangan Buang Kuning Telur - Wartawanita.comWartawanita.com – Biasanya untuk memperbesar otot maka komsumsilah putih telur yang banyak karena pada putih telur kaya akan protein yang  dibutuhkan untuk membentuk otot. Namun, sebaiknya mulai sekarang cobalah untuk membatasi mengkomsumsi putih telur karena ada beberap dampak jika terlalu sering mengomsumsi putih telur, seperti :

Akan Mengalami Kekurangan Vitamin B 7 / Biotin

Bagi yang gemar makan telur putih mentah sebaiknya mulai sekarang berhati-hatilah karena kebiasaan ini dapat menurunkan asupan biotion atau vitamin B7. Kekurangan biotin dapat menyebabkan kondisi kulit seperti dermatitis atau cradle cap pada kulit kepala bayi. Kurangnya biotin juga dapat menyebabkan lemahnya otot, rasa sakit dan kram pada otot, kejang hingga rambut rontok. Belum lagi risiko terkena bakteri Salmonella. Jadi, untuk menghindari masalah ini, pastikan telur harus dimasak matang.

Timbulnya Alergi

Pada beberapa orang yang mengalami alergi karena terlalu banyak makan telur. Hal ini disebabkan oleh terlalu banyaknya asupan albumin yang berefek pada timbulnya gatal-gatal, ruam, pembengkakan kulit, mual, diare hingga muntah dan gejala alergi lain. Gejala yang lebih parah juga dapat terjadi dengan timbulnya keadaan kesulitan bernapas, pembengkakan pada tenggorokan, mulut dan saluran pernapasan, serta adanya penurunan tekanan darah yang mendadak sehingga dapat menyebabkan pusing dan kehilangan kesadaran. Jika kondisi sudah seperti ini sebaiknya hentikan mengomsumsi telur.

Terlalu Banyak Protein

Makan makanan berprotein dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan masalah ginjal. Ginjal harus menyaring darah yang terlalu banyak protein, dan ini merupakan kerja keras bagi ginjal. Kondisi ini dapat beresiko mengalami cidera ginjal akut atau gangguan fungsi ginjal karena tidak kuat menyaring kelebihan protein.

Terjadinya Penyerapan Vitamin E

Ada asumsi yang beredar bahwa sebaiknya mengomsumsi telur putihnya saja karena karena khawatir kandungan kolesterolnya. Sepertinya kebiasaan ini harus ditepis karena menurut ahli kesehatan mengatakan bahwa mengomsumsi kolesterol memang akan menyebabkan lonjakan kolesterol dalam darah yang menyebabkan arteri tersumbat dan merusak kerja jantung. Zat ini banyak ditemukan dalam kuning telur, bukan bagian putihnya.

Penelitian ilmiah menemukan bahwa memakan makanan mengandung kolesterol tidak berdampak nyata pada metabolisme kolesterol yang artinya mengonsumsi makanan tinggi kolesterol tidak berarti serta merta akan mengembangkan kolesterol tinggi. Beberapa bukti menunjukkan bahwa telur bahkan mungkin bermanfaat untuk meningkatkan tingkat kolesterol HDL (kolesterol baik) yang berkaitan dengan rendahnya risiko penyakit jantung.

Kuning telur mengandung campuran yang dinamis dari lemak jenuh dan lemak tak jenuh, vitamin E, karotenoid, dan zeaxanthin, yang membantu kesehatan mata dan melindungi tubuh dari peradangan. Karotenoid harus dimakan dengan lemak agar tubuh lebih sepenuhnya menyerap zat itu dan mengonsumsi telur adalah salah satu caranya. Dua telur besar menyediakan 143 kalori, 13 gram protein dan hampir 10 gram lemak.

Sebuah studi tahun lalu menemukan ketika orang makan telur bersama salad sayuran mentah, maka tubuh akan menyerap sekitar 9 kali karotenoid, termasuk lutein dan zeaxanthin dari telur dan alpha karoten, beta karoten dan lycopene dari sayuran. Temuan terbaru menemukan terjadi penyerapan vitamin E juga.

Kandungan Natrium Tinggi

Putih telur memang mengandung agak tinggi natrium sekitar 403 mg,  sehingga bagi yang sedang menjalani diet khusus harus membatasi asupan sodium dan harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkan putih telur kedalam diet harian. Natrium tinggi tidak baik bagi penderita masalah tekanan darah tinggi.

Jadi sebaiknya mulailah untuk membatasi mengomsumsi putih telur.

LADIES MUST READ

Tags:
0 shares
                            95 Views