4 Lomba 17 Agustus yang Menyimpan Sejarah Mengharukan - Wartawanita.com

4 Lomba 17 Agustus yang Menyimpan Sejarah Mengharukan

Wartawanita.com – Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus selalu diwarnai dengan berbagai lomba yang meriah. Tapi siapa sangka, dibalik kemeriahan perlombaan tersebut ternyata terdapat beberapa kisah yang mengenaskan dan tragis serta mengharukan. Bahkan mungkin akan banyak yang bertanya-tanya sesungguhnya siapakah yang telah menciptakan beberapa lomba tersebut yang sesungguhnya menyimpan sejarah.

4 Lomba 17 Agustus yang Menyimpan Sejarah Mengharukan - Wartawanita.comLomba Makan Kerupuk Digantung

Perlombaan ini sering diadakan untuk anak-anak dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia. Cara lomba makan kerupuk ini adalah dengan menggantung kerupuk menggunakan benang tipis dan digantungkan secara berjajar. Selain itu, tali kerupuk itu akan ditempatkan lebih tinggi dari tinggi badan anak tersebut. Seiring dengan zaman di beberapa wilayah, permainan ini akan mengoleskan sedikit sambal di kerupuknya. Trik agar menang lomba ini adalah harus menjinjitkan kaki ketika kerupuk itu sudah mau habis dan lumayan bikin kaki pegel.

Konon :

Ternyata dibalik perlombaan ini mengandung kisah yang sangat tragis. Zaman dulu ketika negara Indonesia masih dijajah oleh Belanda, nenek moyang kita susah sangat susah untuk mendapatkan pangan. Nenek moyang pada kala itu hanya bisa memakan nasi dan kerupuk. Hingga akhirnya, dihari kemerdekaan masyarakat pun berinisiatif untuk menjadikan kerupuk ke dalam salah satu perlombaan di hari kemerdekaan.

4 Lomba 17 Agustus yang Menyimpan Sejarah Mengharukan - Wartawanita.comLomba Balap Karung

Sampai saat ini permainan yang seru ini masih sering diperlombakan karena unik. Aturan mainnya sama seperti permainan balap lainnya, siapa cepat dia menang. Namun yang membuat lelah adalah karena harus loncat-loncat karena kaki harus masuk ke dalam karung goni. Unik ya. Agar dapat memenangkan perlombaan ini, kembali pada kondisi badan yaitu bagi yang sudah terbiasan berolahraga pasti dapat melompat dengan lincah. Permainan ini tidak begitu berat, tapi membutuhkan latihan saat akan dilombakan agar dapat menang.

Konon :

Tidak banyak wancana yang didapat tentang sejarah lomba balap karung ini, namun dari beberapa sumber yang didapat mengatakan bahwa lombaini diperingati saat dalam penjajahan Jepang. Ingat ya, saat itu masyarakat Indonesia memanfaatkan karung goni sebagai pakaian kesehariannya.

4 Lomba 17 Agustus yang Menyimpan Sejarah Mengharukan - Wartawanita.comLomba Panjat Pinang

Sepertinya lomba ini paling meriah untuk dilakukan. Perlombaan panjat pinang sudah menjadi icon utama dalam menghiasi kemeriahan peringatan 17 Agustus. Walau kesannya hanya memanjat, tapi pada prakteknya sangat sulit dilakukan. Bisa dibayangkan batang pinang setinggi sekitar 10 meter yang sudah dilumuri oli harus dipanjat beramai-ramai untuk meraih hadiah yang tergantung diatasnya. Permainan ini tergolong permainan yang sangat lama, kadang mulai dari siang hingga malam.

Konon :

Nama panjat pinang diambil dari bahasa Belanda. Dulu, dinamakan ‘De Klimmast yang artinya panjang tiang. Permainan ini berasal dari Belanda dan dibawa ke tanah air, namun tidak ada satupun orang Belanda yang ingin mengikuti perlombaan ini. Menurut orang Belanda hal ini menjijikan karena dari orang yang menopang dibawah harus rela diinjak-injak hingga sampai keatas. Kata ‘diinjak’ inilah yang membuat Belanda berinisiatif mengadakan perlombaan ini untuk menertawakan bangsa Indonesia. Karena dulu bangsa kita susah mendapatkan makanan, bangsa kita pun rela bahkan dengan senangnya mendaftarkan diri dalam perlombaan tersebut hanya untuk mendapatkan sedikit beras.

4 Lomba 17 Agustus yang Menyimpan Sejarah Mengharukan - Wartawanita.comLomba Tarik Tambang

Biasanya lomba ini diikuti oleh orang-orang dewasa. Panitia akan bertindak adil, maksudnya ketika para pemainnya sekelompok wanita, maka lawannya pun juga wanita. Begitupun sebaliknya. Cara bermainnya sederhana yaitu harus menahan tali tersebut, dan menariknya hingga lawan tidak bisa menahannya. Jika tali tersebut tertarik, maka yang berhasil menarik dinyatakan menang.

Konon :

Zaman dulu warga Indonesia atau yang biasa disebut pribumi oleh Belanda dipaksa kerja berat, salah satunya menggunakan tali tambang ketika menarik suatu benda entah batu, pasir atau benda-benda berat lainnya. Kurangnya hiburan saat itu, menjadikan para pekerja yang sedang menarik tali tambang dijadikan sebuah guyonan. Hingga akhirnya, setelah merdeka kegiataan tersebut dijadikan salah satu perlombaan.

Tragis, mengharukan dan mengenaskan…

LADIES MUST READ

Tags:
1 shares
                            217 Views