10 Pandangan Pria Tentang Menjadi Ibu - Wartawanita.com

10 Pandangan Pria Tentang Menjadi Ibu

10 Pandangan Pria Tentang Menjadi Ibu - Wartawanita.comWartawanita.com – Jangan pernah mengira bahwa menjadi seorang ibu adalah tugas yang ringan.  Lalu bagaimana pandangan  seorang pria memandang tugas mulia seorang ibu ? Ternyata hal ini menjadi perhatian bagi Justin Ricklefs seorang ayah dari 5 orang anak. Secara sabar selama 12 tahun Justin menyimak bagaimana sang istri merawat dan membesarkan anak-anak mereka. Justin menemukan beberapa fakta bagaimana sang istri berinteraksi dan sekaligus tantangan menjadi seorang ibu, seperti yang diungkapkannya di Huffington Post, yaitu :

Lebih Membutuhkan Kebijaksanaan Dibanding Pengetahuan

Ilmu pengetahuan memang wajib diberikan pada anak dan sebagai orangtua hendaknya dapat selalu mendorong anaknya untuk selalu giat belajar. Akan tetapi disini Justin justru melihat bahwa sang istri tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya tetapi juga bagaimana bersikap bijak dalam hidup.

Ilmu pengetahuan memang penting. Namun kebijaksanaan jauh lebih dibutuhkan saat menghadapi situasi sulit yang tidak bisa diselesaikan oleh ilmu pengetahuan.

Selalu Siap Menjadi yang Terakhir

Sudah dapat dipastikan bahwa seorang ibu akan memastikan semua anggota keluarga telah makan sebelum dirinya makan. Seorang ibu akan memastikan semuanya telah siap untuk memulai hari sebelum dirinya pergi mandi dan bersiap.

Ibu akan mendahulukan anak-anaknya dalam segala hal sebelum melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri.

Mempunyai Pekerjaan Melebih Wanita Karir

Seorang wanita karir akan bekerja di kantor hanya selama lebih kurang 8 jam saja sehari. Menjadi seorang ibu artinya harus siap memiliki pekerjaan yang tidak akan pernah selesai. Meski sesekali ibu akan punya waktu diri sendiri untuk kencan bersama suami, mengobrol dengan teman lewat telepon, atau menikmati segelas teh hangat sambil baca buku ketika anak tertidur.

Namun, seorang ibu tidak pernah berhenti menjadi ibu. Dia akan selalu mengkhawatirkan anak-anaknya saat ia pergi keluar. Anak adalah hal yang pertama terlintas di benak ibu saat membuka mata di pagi hari dan ibu juga akan memikirkan anaknya saat ia hendak tidur di malam hari.

Menjadi ibu adalah pekerjaan seumur hidup.

Senjata Rahasia Seorang Ibu adalah Cinta

Tidak ada diatas dunia ini sekolah menjadi orangtua tetapi menjadi seorang ibu itu harus mempelajari semuanya dari awal, sejak bayi masih di kandungan. Meskipun tersedia berbagai buku tentang parenting serta kelas persiapan menjadi orang tua, tetapi tetap saja banyak hal yang harus ibu pelajari sendiri ketika menghadapi anaknya.

Senjata rahasia yang dipunya seorang ibu untuk melalui semuanya adalah cinta tanpa pamrih yang dicurahkannya untuk anaknya.

Berjuang untuk Memenangkan Hati Anak

Anak adalah seorang manusia yang punya pemikiran dan kehendak sendiri. Seringkali apa yang mereka inginkan bertentangan dengan keinginan orang tua. Bahkan bila hal itu membahayakan diri mereka sendiri, mereka tetap bersikeras melakukannya. Inilah saat seorang ibu harus berjuang dalam memenangkan hati anaknya. Ibu harus berupaya menjauhkan anak dari bahaya, dengan menentang keinginan mereka. Anak akan merengek, menangis, bahkan marah pada orang tuanya. Namun ibu dengan lembut terus berupaya membuat anaknya mengerti, bahwa apa yang ia lakukan adalah demi kebaikan mereka sendiri.

Perjuangan memenangkan hati anak bukanlah hal mudah. Seorang ibu harus mampu bersikap tegas namun tetap lembut pada anak mereka.

Setiap Hari Merupakan Hari Terbaik

Kata-kata ini memang dituliskan istri Justin dan ditempel di dinding rumah. Terkadang Justin dan anak-anaknya merindukan hari terbaik yang pernah mereka lakukan di masa lalu, atau menginginkan adanya hari baik di masa depan.

Namun ibu dari anak-anak Justin mengingatkan mereka bahwa setiap hari adalah hari yang terbaik dan cara memastikan hal tersebut ialah dengan menikmati hari ini agar hari ini juga menjadi hari yang terbaik, tak peduli seberat apapun.

Perasaan Khawatir Tidak Mempengaruhi Hasil

Setiap anak pasti akan merasa cemas bila akan melakukan sesuatu hal yang besar, seperti ujian sekolah, penampilan perdana di teater sekolah, atau pergi berkemah bersama teman-teman sekolahnya.

Akan tetapi seorang ibu akan selalu meyakinkan anak-anaknya bahwa mereka akan selalu bisa melakukan segalanya dengan baik dan berhasil melewati setiap tantangan dengan hasil yang baik pula.

Kepercayaan adalah Hal Utama

Biasanya saat anak menjelang remaja maka peran orang tua dapat berubah drastis. Hal ini disebabkan karena anak-anak mulai memiliki teman sendiri dan mulai mengembangkan pemikirannya sendiri tentang apa yang ingin dilakukannya dalam hidup. Saat usia kanak-kanak, orang tua adalah tempat pertama sang anak mencurahkan pemikirannya. Namun, saat beranjak remaja, mereka mulai merasa enggan dan malu untuk terbuka pada orangtua atas masalah yang mereka alami.

Dimasa ini dibutuhkan kesabaran orang tua untuk menjaga kepercayaan anak, sehingga mereka bisa terbuka dan tidak malu untuk curhat masalah apapun pada orang tuanya. Peran orang tua bergeser dari orang dewasa yang melakukan segalanya untuk anak, menjadi sahabat yang siap mendengarkan dan memberi saran atas masalah yang dihadapi anak dalam kesehariannya.

Setiap Tahun Selalu Menjadi Lebih Baik

Seorang ibu akan selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi anaknya. Tentunya hal ini akan terus dilakukannya seiring waktu berlalu, anaknya tumbuh dari bayi menjadi kanak-kanak, dari kanak-kanak menjadi remaja, dan seterusnya. Setiap tahun, ibu selalu memiliki pemahaman baru. Begitu pula bagi ibu yang memiliki lebih dari satu anak.

Ibu selalu belajar dari kesalahan yang dilakukannya saat merawat anak sebelumnya, sehingga ia bisa menjadi ibu yang lebih baik dalam merawat semua anaknya. Setiap anak yang lahir, mengasah ibu menjadi seseorang yang lebih baik.

Jabatan Ibu adalah Sebuah Kehormatan

Menjadi seorang ibu adalah sebuah kehormatan yang hanya dimiliki oleh perempuan. Ibu akan mendedikasikan setiap detik waktunya untuk memastikan sang anak tumbuh dengan baik dan bahagia. Ibu tidak akan pernah mengharap pujian ataupun meminta bayaran. Ibu terus melakukannya tanpa pamrih.

Menjadi ibu adalah sebuah kemuliaan. Dan surga di telapak kaki ibu bukanlah bualan.

Alangkah mulianya menjabat sebagai ibu.

LADIES MUST READ

Tags:
1 shares
                            175 Views